Navigation Menu

Pentingnya Budaya Sensor Mandiri mulai dari Usia Dini untuk Indonesia Aktif Positif

Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Pahlawannya

Dirgahayu  Indonesiaku ke 71 tahun Merdeka


Apa yang bisa kita berikan untuk Indonesia ? Bukan lagi perang yang perlu kita lakukan seperti Pahlawan di masa lalu . Berkarya dan mengejar cita – cita adalah cara yang harus kita lakukan agar sang Merah Putih terus berkibar .
Dengan semangat 45 kita wujudkan “ Generasi Aktif Positif dengan Film Inovatif Inspiratif


Mengapa ? Karena film merupakan tontonan umum seluruh lapisan masyarakat baik lapisan bawah, menengah maupun atas temasuk lapisan intelektual dan budayawan . Nilai – nilai kehidupan  yang terkandung dalam film dapat memberikan gambaran terhadap diri dan pola pikir terhadap film tersebut yang kemudian dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.
Film bukan lagi sebagai tontonan bagi saya , tetapi sebagai hobi . Beberapa film Indonesia yang pernah saya tonton dan dapat memberikan hal positif juga inspirasi baru untuk saya terapkan dalam kehidupan nyata ntara alain :

  • My Stupid Boss : Film yang mengisahkan seorang bos yang sangat kikir memperkaya diri         sendiri  , lebih mementingkan menyimpan uang dari pada membayar hutang , tidak loyal  terhadap karyawan dan segala sifat buruk pada dirinya . Tetapi tidak menutup kemungkinan sifat baik ada pada dirinya , ketika tas kerjanya tertinggal dan ditemukan oleh 2 orang anak yang memiliki kelainan fisik hatinya pun terketuk . Dia yang memiliki segalanya tidak pernah berbuat hal baik tetapi 2 orang anak yang memiliki kelainan fisik dapat melakukannya . Diapun memberikan renovasi terhadap panti asuhan tidak layak tinggal yang ditempati 2 orang anak tersebut .Atas perbuatan baik yang dilakukan iapun tidak ingin diketahui oleh orang lain . Tak disangka , hal kecil dapat memberikan dampak positif pada dirinya .Karena hal itu , saya dapat berfikir tidak semua manusia yang kita anggap buruk itu buruk , sifat baikpun bisa saja lebih baik dari yang kita lakukan .

  • Rudy Habibie : Perjuangan Bapak Baharudin Jusuf Habibie yang mengejar cita – citanya untuk membuat pesawat terbang terbaik yang akhirnya di klaim dapat mengancam keamanan Jerman , penolakan dan pemberontakan yang dilakukan untuk menjadikan perubahan pada Indonesia serta merelakan cintanya untuk negeri tercinta Indonesia, menginspirasi saya bahwa melakukan sebuah perubahan yang besar harus melalui perjuangan yang besar pula. Yakin bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil , kegagalan yang terus dicoba adalah langkah awal meraih impian besar .

  • Mars : Mengisahkan tentang perjuangan seorang ibu yang berhasil menyekolahkan anaknya hingga keluar negeri dengan tekat dan semangat yang kuat walaupun keterbatasan ekonomi . terus mengingatkan saya untuk tidak menyia – nyiakan perjuangan kedua orang tua saya yang sudah susah payah menyekolahkan saya . Membanggakan orang tua dengan menebus semua pengorbanan dan perjuangannya merupakan hal terbesar yang harus saya capai .

Tidak semua film memiliki nilai – nilai positif didalamnya , ada beberapa film yang harus kita cerna sendiri untuk diterapkan dikehidupan nyata atau tidak . Ada batasan – batasan usia dalam berbagai film yang telah lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF). Sedangkan dengan adanya tekhnologi yang semakin canggih , semua kalangan baik anak – anak , remaja , dewasa maupun orang tua dapat mengunduh film gratis dari situs situs web tanpa harus pergi ke bioskop. Baik film Nasional , Bollywood maupun Hollywood  dapat mereka pilih  secara leluasa tanpa adanya penyensoran pada film tersebut  . Terjadi tindakan kriminal , pelecehan seksual , tindakan kekerasan serta memakai obat – obatan terlarang bisa saja terdapat pada bagian film tersebut . Saya , sebagai salah satu dari sekian juta pemudi bangsa ingin memperbaiki pola pikir generasi muda baik kalangan anak – anak , remaja maupun dewasa untuk melakukan BUDAYA SENSOR MANDIRI pada film yang kita tonton. Dampak positif dan negatif pada film yang kita tonton dapat mempengaruhi pola pikir dan sifat kita yang diterapkan di dunia nyata . 




Untuk mengurangi dan mencegah tindakan maupun sifat negatif dari apa yang telah kita tonton , dapat kita lakukan dengan bantuan pihak – pihak terkait yang berada di sekeliling kita , antara lain :

Agama : merupakan pedoman hidup kita dalam menjali kehidupan , iman dan keyakinan serta hal – hal yang wajib dilakukan maupun dilarang sudah terkandung didalamnya . Dengan adanya agama , diharapkan manusia dapat menyaring secara individu terhadap apa yang wajib dilakukan dan apa yang wajib tidak dilakukan .

Keluarga : peranan penting dalam dunia anak – anak , remaja maupun dewasa . Tontonan mereka dapat dikontrol oleh keluarga. Contoh : ketika seorang anak berumur 7 tahun melihat tontonan kekerasan seperti perkelahian dan sikap yang tidak baik , ibu dan bapak maupun kakak dapat mengalihkan tontonannya dengan memberikan pengertian pada seorang anak bahwa apa yang ditontonnya tidak layak ditonton pada seusianya . Begitu pula pada kalangan remaja maupun dewasa dapat melakukan budaya sensor mandiri terhadap apa yang mereka tonton sehingga tidak menerapkan hal buruk yang ada pada film dalam dunia nyatanya .

Pendidikan : termasuk bagian penting kedua setelah keluarga , karena dalam dunia pendidikan , anak – anak , remaja , maupun dewasa dapat berinteraksi dengan lingkungan selain dirumah . Didikan dan bimbingan yang diberikan oleh guru sangat berpengaruh pada moral , perilaku dan tindakan seseorang dalam kehidupannya . Penerapan budaya sensor mandiri pada usia dini dapat memberikan arahan ke pada mereka , mulai dari patut tidak patut film yang mereka tonton pada seusianya , memberikan gambaran positif maupun negatif dalam menonton sebuah film . Pemberian tanda seperti : 13+ , 17+ maupun 21+ oleh LSF dapat mereka pahami dalam memilih sebuah film yang layak mereka tonton. Dengan demikian , dapat membuka pemikiran kalangan anak – anak , remaja maupun dewasa setelah pengertian dan pemahaman yang mereka dapatkan sehingga tidak menimbulkan perilaku negatif pada kehidupan nyata .
Teman : sangat berpengaruh pada sifat , perilaku pada seseorang , pergaulan yang baik dapat mendorong perilaku yang baik, begitu pula sebaliknya . adanya interaksi sosial dengan teman merupakan perwujudan perilaku maupun sifat yang mereka biasakan baik dirumah maupun disekolah. Bekal yang diperoleh dari agama , keluarga , pendididikan yang baik dapat menmahami kebaikan dan keburukan yang kita lakukan . Ketika teman kita mengajak kita menonton tontonan film yang tidak baik , kita dapat berpikir secara jernih dan mandiri untuk menonton atau tidak menontonnya . Dengan membiasakan BUDAYA SENSOR MANDIRI MULAI DARI USIA DINI dapat terus dilakukan sehingga hal - hal buruk yang dapat merusak moral maupun perilaku seseorang bisa teratasi .
Sehingga , hal - hal positif baik pemahaman dan perilaku yang diterapkan sejak usia dini dapat mengantisipasi hal buruk yang terjadi ketika dewasa nanti dari pengaruh berbagai aspek negatif yang dihadapinya .langkah kita dalam mewujudkan Indonesia Aktif Positif dengan film Inovatif Inspiratif yang kita tonton ketika menerapkan Budaya Sensor Mandiri mulai dari usia dini dapat terwujud agar menghindari dan mengurangi dampak negatif yang ditimbukan setelah menonton film tersebut. Mari bersama – sama membangun generasi muda berkarya dan penuh cita .

AYO !
BUDAYAKAN SENSOR MANDIRI
MULAI DARI USIA DINI


8 komentar:

ayu fitria mengatakan...

keren bro, lanjutkan !

viekasavitri 15 mengatakan...

artikel yg sangat bermanfaat

Ibnu Dewantara mengatakan...

ditunggu artikel-artikel berikutnya

banget dah... Merdeka!!!

Triani Retno mengatakan...

Vivi, selamat ya.... jadi juara 3. Salam kenal :)

ulfa faameehofa mengatakan...

Sangat menginspirasi thx you

Story of My Live mengatakan...

Aku terharu bacanya . Menginspirasi banget kakak

Story of My Live mengatakan...

Aku terharu bacanya . Menginspirasi banget kakak