Navigation Menu

Pendidikan sebagai Kunci Utama Mengejar Ketertinggalan Kota Bangkalan dalamTingkat Nasional

photo by : lppm utm
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan utama seluruh lapisan masyarakat . Peningkatan mutu dan kualitas pendidikan dapat menentukan perkembangan dan kemajuan suatu daerah .Fasilitas sarana dan prasarana yang memadai dapat mendukung kemajuan masyarakat untuk menciptakan SDM yang mampu mengejar ketertinggalan maupun berkompeten dalam berbagai aspek bidang kehidupan masyarakat, baik dari segi pendidikan , kesehatan , tekhnologi , kebudayaan , dan perekonomian dalam daerah tersebut . Salah satu daerah tertinggal yaitu pulau Madura. Pulau Madura memiliki 4 Kabupaten yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Bangkalan adalah Kabupaten yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur dan merupakan kota yang paling dekat dengan pulau Jawa setelah diresmikannya Jembatan Suramadu pada tanggal 10 Juli 2009 oleh Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono .


Gedung Cakra UTM | photo by : LarasWitantra 

Gedung RKB - F UTM | photo by : Laras Witantra 

jalan utama meuju Universitas Trunojoyo Madura | Photo by : budhysasmito
tampak samping Gedung Pertemuan Universitas Trunojoyo Madura | photo by : Adisitiekapratiwi
Lampu Taman Kampus yang menggunakan tenaga surya membuat panorama malam yang unik serta menghemat pemborosan energi listrik | photo by : alfanhaqiqi 

       Dengan ketertinggalan Pulau Madura membuat pemerintah maupun masyarakat sekitar berkeinginan untuk merubah hal tersebut. Salah satu upaya pemerintah adalah dengan meningkatkan mutu pendidikan khususnya untuk masyarakat Madura sendiri, agar Madura memiliki Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang ada di kota Bangkalan . Tidak adanya Perguruan Tinggi di Madura menjadikan dasar pemikiran untuk memajukan mutu pendidikan kaula muda di Madura. Akhirnya pada tanggal 23 Juli 2001 Pemerintah mewujudkan salah satu keinginan Masyarakat Madura untuk memiliki Universitas Negeri. Universitas Trunojoyo merupakan lanjutan dari Universitas Bangkalan yang berubah statusnya dari Perguruan Tinggi Swasta menjadi Perguruan Tinggi Negeri berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 85 Tahun 2001 Tertanggal 5 Juli 2001. Universitas Trunojoyo merupakan Perguruan Tinggi Negeri satu – satunya yang ada di Pulau Madura. Universitas Trunojoyo terletak di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan , Provinsi Jawa Timur,. Selain itu, lokasi Universitas Trunojoyo berada dalam lingkungan pusat pengembangan Bangkalan sebagai perluasan Kota Surabaya dalam satuan wilayah pengembangan Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan) .

            Perguruan Tinggi yang terbilang seusia jagung ini, masih dalam tahap merintis pembenahan dari pembangunan gedung – gedung perkuliahan maupun fasilitas pendukung proses perkuliahan yang terus menerus dilakukan. Keberadaan Universitas Trunojoyo seperti kondisinya yang ada saat ini, masih dalam tahap pembenahan-pembenahan mendasar, seperti renovasi gedung perkuliahan, kantor administrasi kantor pusat maupun fakultas, dan prasarana kampus seperti instalasi listrik dan airtaman kampus serta sarana dalam kampus. Beberapa gedung telah terealisasikan seperti Gedung Pertemuan yang telah diresmikan pada tanggal 3 Mei 2016  berkapasitas 4.507 orang . Berbagai tahap pembenahan yang dilakukan agar kampus yang kerap disapa UTM dapat menjadi salah satu Universitas Negeri yang memiliki kualitas SDM serta Infrastruktur setara dengan kampus unggulan yang ada di Jawa Timur . Walaupun tempat kampus Universitas Trunojoyo yang terdapat di seberang pulau Jawa Timur , banyak masyarakat di luar pulau Madura berbondong – bondong menuntut ilmu di Universitas Pulau Garam ini .Namun , Pemerintah tetap fokus dalam mencerdaskan masyarakat Madura sendiri untuk memajukan Pulau Madura yang lebih baik.
         
Berbagai macam prestasi telah diraih oleh Universitas ini , baik dari regional , nasional , maupun internasional . Salah satu prestasi yang membanggakan yaitu UTM telah menyabet juara kedua dalam lomba Imagine Cup 2013 Worldwide Finals yang diselenggarakan di St. Petersburg, Rusia pada 8-12 Juli 2013 serta  runner-up Imagine Cup tahun 2016 silam. Prestasi yang sudah menjalar ke kancah dunia dapat membuat UTM menjadi salah satu sorotan Universitas Negeri di Jawa Timur , maupun di Indonesia . Tidak hanya prestasi , infrastruktur yang dimiliki oleh UTM dapat menjadi sorotan seluruh masyarakat . Peningkatan Mahasiswa baru yang di dominasi oleh mahasiswa di luar pulau Madura menjadi bukti , bahwa UTM tidak dapat di pandang sebelah mata lagi. Seluruh masyarakat perlahan – lahan dapat menerima dan mengapresiasi Universitas yang tebilang muda , dapat menunjukkan SDM yang berkuliatas di tingkat dunia . 


Time Solite Studio ( Universitas Trunojoyo Madura ) memperoleh juara kedua di Russia 2013. Foto/Dok. Microsoft Indonesia PR Agency

None Developers ( Universitas Trunojoyo Madura ) meraih runner up dalam perlombaan Imagine Cup 2016 

         Penonjolan prestasi tidak etis ketika permasalahan infrastruktur yang tidak layak menjadi akses mahasiswa menuju kampus Universitas Trunojoyo Madura .
Badan Eksekutif Masyarakat  Kabinet Nusantara Universitas Trunojoyo Madura pada hari Senin 28 Maret 2016 telah mendatangi kantor BPWS untuk  menanyakan kembali kesepakatan antara  Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) yang telah melaksanakan penandatangan perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang dimotori oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Aula Gedung Rektorat Terpadu UTM Kecamatan Kamal Bangkalan, pada hari Jumat tanggal 2 Oktober 2015 lalu . Dorongan terhadap tindakan yang dilakukan oleh BEM KN UTM mendesak pihak kampus tidak abai terhadap permasalahan yang cukup serius ini serta menuntut Badan Pengembangan Wilayah Surabaya-Madura (BPWS) agar secepat mungkin menjalankan Peraturan Presiden Nomor 27/2008 tentang BPWS pasal 12. Berbagai masalah yang ditimbulkan oleh rusaknya akses jalan menuju kampus seperti jalan berlubang sampai memakan separuh badan jalan serta terendam hampir 20 cm sewaktu hujan deras yang dapat mengancam keselamatan masyarakat yang melewati jalan tersebut .Tindakan yang dilakukan Aktivis kampus membuahkan hasil , akhirnya BPWS berjanji untuk menyelesaikan perbaikan jalan menuju kampus  selesai pada bulan Juni 2016  .
Pengguna jalan ketika melewati jalan yang masih tergenang air (9/11/2016) |  photo by : vivilutviana.com

Jalan berlubang yang cukup dalam , menuju kampus UTM | photo by : bp.blogspot.com
 Penantian para mahasiswa yang tidak melihat progres dari kinerja Pemkot serta pihak terkait dalam perbaikan akses jalan memicu pergejolakan yang mengakibatkan para mahasiswa menggelar demonstrasi pada tanggal 18 April 2016 di depan Rektor Bapak Rektor Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si., . Presiden Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, dan pimpinanan-pimpinan UTM . Opini serta aspirasi dari semua kalangan mahasiswa melontarkan berbagai protes karena akses jalan yang tidak layak digunakan karena berbagai macam kerusakan akses jalan juga mengakibatkan berbagai macam penyakit karena banjir serta berbagai macam peristiwa yang ditimbulkan dapat mengancam keselamatan pengguna jalan harus cepat direalisasikan  . Berbagai protes ini dilakukan karena terlibatnya akses UTM yang disebutkan dalam penandatangan kerjasama BPWS dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan serta pihak UTM pada 2 Oktober 2015 lalu , serta janji BPWS yang tidak ditepati untuk menyelesaikan perbaikan jalan pada bulan Juni 2016. 

para mahasiswa melakukan demonstrasi di depan gedung rektorat (18/4/2016) | photo by : bp.blogspot.com
orasi yang dilakukan mahasiswa pada kerusakan jalan menuju kampus dan banjir yang menggenangi jalanan | photo by : koran sindo

Penjelasan yang telah di lontarkan oleh pihak BPWS dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tetap dalam proses namun akan ada beberapa tahap menuju terselenggaranya infrastruktur yang lebih baik. Pembeberan beberapa bukti pihak Rektorium serta penegasan kembali tentang perbaikan jalan yang tetap terealisasikan dalam waktu mendekat dapat meredamkan amarah para demonstran.
Pada pertengahan bulan September Pemerintah Kabupaten Bangkalan , BPWS , serta pihak terkait dalam pembangunan infrastuktur di Universitas Trunojoyo Madura dapat membuktikan kinerja bahwa perbaikan akses jalan menuju kampus akan segera terealisasikan dan dalam proses pembenahan secara maksimal . Seperti harapan yang diingin oleh Bupati Bangkalan Muh Makmun Ibnu Fuad untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur secara maksimal , Bangkalan menjadi macan ekonomi melalui pendidikan yang memicu SDM lebih berkualitas sehingga dapat menarik perhatian investor untuk berinvestasi di kota Bangkalan.
Elemen yang digunakan untuk pelebaran jalan dan saluran air dipinggir jalan menuju kampus | photo by : vivilutviana.com 
 
 
Proses pelebaran jalan menuju kampus UTM | photo by : vivilutviana.com

Beberapa alat yang digunakan untuk mempercepat perbaikan jalan di sepanjang kampus UTM | photo by : vivilutviana.com

Jalan sekitar kampus UTM yang telah mengalami pelebaran (9/11/2016) photo by : vivilutviana.com

     Keterbukaan dalam proses kinerja yang perlu dikonfirmasi agar tidak menimbulkan kesalah pahaman antara masyarakat dengan pihak pemerintahan . Pengurangan terhadap aksi – aksi demonstrasi dapat teratasi jika pihak pemerintah dapat menkonfirmasi sebelum masyarakat melakukan tindakan dapat merugikan pihak pemerintah maupun masyarakat . Menjalin hubungan yang harmonis antara pihak pemerintah dengan masyarakat dapat memicu percepatan perkembangan suatu daerah . Maka dari itu , membangun komunikasi antar kedua belah pihak agar terwujudnya visi dan misi dari kota Bangkalan . Terwujudnya masyarakat yang maju dan sejahtera dapat diukur dari seberapa dekat masyarakat dengan pihak pemerintah dalam mebentuk kota yang makmur dan damai . Dengan peningkatan mutu serta kualitas pendidikan secara bertahap dapat meningkatkan perekonomian serta berbagai macam hal ketertinggalan kota Bangkalan dalam ranah nasional maupun dalam pulau Madura sendiri . Pembangunan yang dilakukan secara berperiode dan tertata sesuai dengan perencanaan diharapkan menjadi pemicu seluruh lapisan masyarakat mengejar ketertinggalan secara signifikan .





Referensi :



            

1 komentar:

Story of My Live mengatakan...

you are smart girl dear and I love you