About Writer



Welcome to my blog hihi

Mungkin kalian yang membaca blog saya pasti kepo tentang siapa sih dibalik tulisan yang ga begitu good ini.

Saya perkenalkan diri ya...

Saya ini merupakan gadis belia yang lahir tahun 97 pada bulan oktober ditanggal 23. Tingkatan pendidikan saya mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan sekarang sedang menduduki bangku kuliah di Universitas Trunojoyo Madura mengambil konsentrasi Ilmu Komunikasi, doakan ya tahun 2019 udah bertitle “Vivi Lutviana S. I,kom” (amin) . Saya bukan seorang penulis handal, bahkan hobi menulis pun juga tidak, tapi entah bagaimana alurnya saya jadi suka menulis dan membaca (mukjizat kali ya). Hobi yang saya geluti sebelum terjun di dunia kepenulisan yaitu modelling, lumayanlah dengan tinggi 167 dan berat badan yang agak langsing 50 kilogram membuat saya tertarik menggelutinya. Awal saya terjun di dunia modelling pada saat kelas 1 SMA (baru pakai hijab) ketika mengikuti lomba fashion di akhir ujian. Pengawalan yang baik, saya meraih juara 3 (rada gak nyangka), membuat saya bersemangat dan ingin mendalami dan menitih karir saya disini. Tak hanya di daerah saya sendiri, saya dapat mengepakkan sayap di tingkatan Provinsi (ga niat sombong kok).

Cukup banyaklah pengalaman saya didunia modelling, dan mengapa saya bisa terjun di dunia kepenulisan dan suka membaca (?). Sepertinya saya sedikit lupa, mungkin pada saat itu saya tidak memiliki aktivitas yang rutin saya kerjakan, sehingga saya memilih untuk membaca buku (fiksi, pengetahuan, non fiksi maupun novel). Lalu kapan saya mulai menuangkan karya yang saya buat di dalam blog (?).  Ketika itu saya mengikuti Workshop yang diadakan Excite bersama komunitas blogger di Madura, dari situ saya tertarik untuk menjadi seorang penulis yang menjadikan blog sebagai diary digital. Walapun saya seorang gadis, saya bukan gadis yang menuangkan curhatan galau bahagia di blog, saya lebih menceritakannya di atas sajadah (sok solehah wkwk). Tapi saya lebih membuat blog sebagai penuangan sebuah karya yang akan saya ukir melalui tulisan (aplause). Sebelum saya mengambil tema yang akan saya tulis di blog yaitu “ Food, Vacation, Education, dan Fashion” , saya hanya menuliskan karya untuk dilombakan (maklum gadis labil). Tema yang saya ambil untuk blog saya mungkin cocok dengan diri saya,  ice cream, cokelat, burger, cotton candy, etc (pokonya makanan yang manis-manis tapi tidak melebihi manisnya senyummu ke saya wkwk) serta suka jalan-jalan, belajar dan fashion. By the way saya juga memilki berbagai prestasi ya walaupun ga begitu excited tapi alhamdulillah sedikit membanggakan buat mama bapak .

1.       Juara 3 fashion batik tingkat SMA (2013)
2.       Juara 2 fashion batik tingkat SMA (2014)
3.       20 Finalis Putri Hijab Banplas (2015)
4.       Juara 3 lomba menulis cerpen tingkat Universitas Trunojoyo Madura (2016)
5.       Juara 1 Putri  Duta Budaya FISIB (2016)
6.       Juara 2 Lomba menulis artikel Pegadaian se-Madura (2016)
7.       Juara 3 Lomba menulis artikel Budaya Sensor Mandiri LSFI (2016)

Semoga bisa terus menorehkan prestasi sebelum menjadi ibu rumah tangga yang baik haha. Terimakasih untuk kalian yang menyempatkan membaca profil saya. Kalau ada yang kurang jelas bisa contact saya di vivilutviana12@gmail.com atau di whatsapp +6281216709329. Ti amo 💗

#Foodphilosophy Trip : Tolak Takut Makanan Kolesterol bersama hemaviton Cardio

Menginjakkan kaki di sebuah kota, tidak sah rasanya kalau belum mencicipi makanan khas kota tersebut. Ya, kali ini saya berkunjung ke kota Surabaya, bukan tanpa alasan saya menginjakkan kaki di kota penuh perjuangan ini, ada acara yang menarik dan menggoda saya untuk menghabiskan waktu liburan dengan #Foodphilosophy Trip bersama hemaviton Cardio. Sebelumnya saya tidak menyangka  dapat menjadi blogger terpilih yang bisa mengikuti rentetan acara pada #foodphilosphy Trip pada hari Sabtu, 8 April 2017 lalu, karena saya merasa masih menjadi blogger amatiran yang belum banyak pengalaman untuk mendapatkan kesempatan ini. Whatever lah ya, i’m so glad bisa mengikuti acara ini, jadi tambah bersemangat dan menambah pengalaman dalam dunia blogging.


Seluruh peserta #Foodphilosophy Trip bersama hemaviton Cardion
Apasih #Foodphilosophy Trip bersama hemaviton Cardio ? nah, ini adalah acara dimana kita akan menyantap makanan-makanan yang berkolesterol tinggi dalam sehari di beberapa kuliner yang fenomenal dengan ciri khas dan keunikan tersendiri. Beberapa tempat kuliner yang akan kita kunjungi diantaranya : Soto Tapak Siring, Sate Klopo, Bebek Sinjay, Zangrandi Ice Cream, Pipe and Barrel, dan yang terakhir Terminal Seafood. Wah, tidak asing lagi bukan ditelinga kalian tempat-tempat yang akan saya kunjungi.
Acara ini diawali dengan pengecekan kolesterol dan gula darah yang bertempat di Hotel Swiss Bllin Manyar. Pengecekkan ini bertujuan untuk mengetahui tinggi,rendah atau kenormalan kolesterol dan gula darah kita. Saya pikir ini cukup menggelitiki diri saya, karena minggu-minggu sebelumnya saya mengkonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi. Huhu, walaupun saya masih muda (18 yo) bisa saja memiliki kolesterol tinggi nih. Finally...., setelah dicek kolesterolnya memang tinggi, lumayanlahya 213  ups itu diatas normal kali. Tapi gapapa, gula darah saya masih dalam batas wajar yaitu 53 masih bisa makan minum yang manis-manis , hihi .

Hasil pengecekan kolesterol dan gula darah
proses pengecekan kolesterol sebelum melakukan perjalanan mengelilingi wisata kuliner
Sebelum mengunjungi tempat-tempat kuliner yang telah tertera di rundown, kita foto bersama dahulu dengan seluruh peserta yang berjumlah 20 orang dan beberapa tim dari hemaviton Cardio serta Guest Star-nya nih “Chef Ken” ( Owner Pipe and Barrel dan Finalis Master Chef Indonesia ) juga  dokter cantik “Dr Fanny Immanuddin” sebagai nutrition & wellness yang akan memantau kalori yang kita serap terhadap makanan yang akan kita makan.


Selfie bersama Chef Ken dan istrinya

Selfie bersama Dr.Fanny Immanuddin
Perjalananpun dimulai....

Berkenalan dengan para peserta di bus serta ngobrol gurih dengan Chef Ken dan Dokter Fanny membubuhi keceriaan dan suasana di pagi hari itu. Sekitar pukul 08.00 wib kita menuju ke Soto Tapak Siring. Soto daging khas Madura yang memiliki keunikan khusus karena kuah dari sotonya tidak kental, beberapa soto yang sering kita tahu terdapat campuran beras sehingga kuah akan mengental. Tapi tidak untuk soto ini, kuah yang tidak diberi campuran beras dan cara memasaknya pun dicampurkan semua  bahan serta dihilangkan aroma sapi hingga benar-benar hilang dengan bahan alam yaitu kunyit. Penyajian dari soto inipun terpisah dengan nasi, nasi yang terbungkus daun pisang dengan bentuk kerucut menambah keunikan tersendiri pada soto ini. Soto ini juga bisa kalian nikmati loh, bertempat di Jl. Dharmahusada 14 Surabaya hanya Rp 26.000 per-porsi.


Soto Daging Tapak Sirirng sebagai pembuka kuliner pertama

Mencium aroma kaldu dan keramaian ketika sampai di tempat ini,karena saya soto addict membuat saya tidak sabar untuk mencicipi segera soto ini. Melihat proses soto ini dimasak secara langsung membuat saya mengetahui bagaimana pemilik soto ini tetap mempertahankan cita rasanya dibandingkan soto lainnya. Sambil menunggu pesanan datang saya mengambil beberapa pict soto yang telah dihidangkan.

OMG, saya cukup teringat dengan hasil kolesterol saya sebelum berangkat tadi karena diatas normal kolesterol yang ada, tapi disini saya cukup lega dan gak khawatir lagi karena ada hemaviton Cardio. Memang Hemaviton Cardio itu apa ? Hemaviton Cardio merupakan suplemen kesehatan yang mengandung Phytosterol 500 mg yang membantu melakukan pencegahan dini sebelum kolesterol masuk kedalam darah. hemaviton Cardio juga diperkaya dengan vitamin dan mineral antioksidan untuk memelihara kesehatan tubuh. Cukup dengan minum hemaviton Cardio 3x sehari pada saat atau setelah makan untuk bantu mencegah dan meurunkan kadar kolesterol total serts kolesterol LDL di dalam darah. Jadi, walaupun kolesterol saya sudah tinggi, hanya dengan meminum hemaviton Cardio dapat mencegah dan menurunkan kolesterol di tubuh saya.
Hemaviton Cardio


Sangat penting lo mengetahui kolesterol kita, karena kolesterol merupakan salah satu jenis lemak (lipid) yang sangat penting untuk tubuh dalam pembentukan hormon,Vitamin D, dan senyawa-senyawa pencernaan.Namun, kolesterol yang berlebihan dapat berbahaya bagi tubuh, karena dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan ahirnya menyebabkan penyakit jantung maupun stroke. (Source: Ma. H Cholesterol and Human Health, The Journal of American Scince.2(2006) : 46-50). Sehingga kita harus mengetahui kolesterol kita masing-masing sebelum kita terkena penyakit yang disebabkan oleh kolesterol yang berlebihan.

Soto Daging ini termasuk pada kolesterol tinggi karena mengandung 88 mg, apabila tidak di cegah dan diatasi dapat meningkatkan kolesterol kita, jadi kita wajib minum hemaviton Cardio agar membantu mencegah dan mengurangi kolesterol secara total.

Menuju ke tempat selanjutnya yaitu Tugu Pahlawan, memang ini bukan wisata kuliner hehe. Tapi menginjak ke kota surabaya apabila tidak mengabadikan moment di tugu ini kurang pas rasaya, jadi kita berfoto bersama dan mengunjungi museum dan melihat-lihat peninggalan sejarah sisa penjajahan yan telah dilalui oleh masyarakat dan pahlawan untuk memerdekakan kota Surabaya. Walaupun saya sudah sering mengunjungi kota Surabaya, saya belum pernah berfoto dan mengunjungi Tugu Pahlawan, malu sih ya, anak muda sekarang kurang interested dengan sejarah-sejarah. Tapi, ketika saya memasuki museum ini, saya jadi kagum dan menambah beberapa pengetahuan tentang kota Surabaya hihi.

Beberapa menit pun berlalu, sebelum meninggalkan tempat tersebut, kita berfoto bersama dengan menyorakkan “Tunggu #Foodphilosophy Trip bersama hemaviton Cardio di kota selanjutya... yeeee!!!” , sabar aja kota kalian bakal didatangi hemaviton Cardio seperti kita ini. Berdoa aja ya. Haha.

Tempat kuliner selanjutnya yaitu “Sate Kelopo”, darinamanya saja saya juga penasaran kelapa yang disate apa sate yang dibumbui kelapa ?. Ternyata sate daging, yang dibaluti parutan kelapa dengan cita rasa yang khas dan unik. Wah, ini cukup menggugah selera makan, karena saya baru pertama kali menyantap sate ini. Perlu kita tahu, menurut Dokter Fannydalam 10 tusuk sate kelapa terdapat 500 kalori yang berkadar 160 gram, jadi kalau kita makan 1 tusuk sate sekitar 80 gram kalori yang kita serap”. Rasanya nyummy banget, kalian dapat merasakan kelembutan dagingnya Rp 25.000 per-porsi serta tempatnya di Jalan Walikota Mustajab (Sate Kelopo Ondomohen).


Sate Kelopo Ondomohen
Kecepatan melahap sate ini pun membuat saya lupa, bahwa masih ada banyak tempat kuliner yang belum kita hinggapi (kayak kupu-kupu aja). Tapi no problem lah, kali ini kita akan menyebrangi jembatan. Jembatan Suramadu penghubung antara Surabaya dan Madura, dimana kita akan menuju ke Warung Bebek Sinjay. Kalau kalian ke Madura pasti mencari bebek satu ini, walaupun banyak cabang dari bebek ini, rasanya lebih nendang dan ajib di Madura, yaiya karena owner Bebek Sinjay adalah orang asli Madura dan pertama kali membuka Bebek Sinjay di Madura. Bebek Sinjay bertempat di kawasan Ketengan no 45 Burneh Bangkalan Madura dengan harga Rp 25.000 satu paket dengan minumannya. 

Nasi Bebek Sinjay dipadukan dengan Kelapa Muda
Saya sebagai penduduk asli Madura-pun yang sering menyantap bebek sinjay ini tak pernah bosan, karena memang bebeknya yang empuk dan gurih membuat saya ingin memakannnya lagi dan lagi. Sudah tiga kali kita menyantap makanan yang berat, huft perut serasa mau meledak karena tak ada hentinya untuk makan. Tapi terbayarkan sudah menyantap makanan khas yang fenomenal, terik matahari sudah mulai memancing dahaga kita. Ice cream sangat cocok untuk menghilangkan dahaga ini, tempat selanjutnya yang akan kita datangi sangat pas yaitu Ice Cream Zangrandi. Ice Cream yang sudah terkenal dari jaman dahulu ini tetap berdiri kokoh meskipun banyak persaingan ice cream yang lebih menggugah selera pecinta ice cream. Ice Cream yang terletak di Jalan Yos Sudarso 15 memiliki ciri khas ice cream yang bernuansa eropa tetapi ada juga ice cream yang tradisional disajikan ala modern.

Para peserta dan tim ketika sampai di Ice Cream Zangrandi
Ice Cream khas Zangrandi
Para pengunjung pun mulai berdatangan baik domestik maupun mancanegara menyukai ice cream Zangrandi ini, kamipun yang menikmati hidangan ice cream harus segera menghabiskan ice cream karena akan cepat meleleh dan tidak senikmat ketika padat. Waktu terus berputar membuat kita harus bergegas menuju tempat selanjutnya.Tempat yang pasti di idam-idamkan oleh para peserta lainnya, “Pipe & Barrel” cafe asik yang sangat pas buat nongki dengan teman, pacar maupun keluarga yang bisa kalian kunjungi di Jalan Polisi Istimewa no 22.Tapi bukan ini yang kita maksud, melainkan Cooking Class bersama “Chef Ken” , siapa sih yang gak mau diajarin memasak langsung oleh Celebrity Chef ini. Apalagi untuk saya yang sangat suka memasak tetapi kurang memahami tata cara memasak yang benar sangat membantu saya untuk mengasah bakat saya dalam dunia memasak.

Suasana Pipe and Barrel

Persiapan cooking class dengan bahan-bahan dan prosedur yang telah diintruksikan


suasana ketika proses cooking class berlangsung
saya dan mas eko ketika memasak dalam cooking class


Waffle chesse calamary chicken hidangan chef ken kepada para peserta dan tim hemaviton

Kali ini chef Ken tidak mendemokan masakan yang akan kita buat, huhu sedih sekaii bukan. Memasak makanan yang belum pernah kita coba walaupun diberikan step by step dalam memasak mungkin cukup sulit bagi saya, tetapi karena saya bekerja sama dengan mas eko mungkin ini akan lebih asik walpoun kita sama-sama tidak begitu paham memasak. Awalan pertama kita memasak sangat kacau karena saya dan mas eko kurang mencermati prosedur yang telah diberikan oleh chef, tapi itu memiliki keunikan tersendiri bagi tim kita daripada tim lainnya. Komunikasi antar tim serta teliti dalam membaca resep sangat diutamakan dalam memasak ini, tapi apa daya saya dan mas eko memasak dengan terburu-buru. Seru sekali dalam kurun waktu kurang lebih 45 menit kita dapat menyelesaikan masakan kita walaupun menurut chef masakan kita sudah bagus dalam cara memasak tetapi cita rasa yang kita hasilkan cukup buruk hehe. Maklum namanya juga para jombloan dan jomblowati yang memasak, kurang mendapatkan feel dan kerjasama tim yang baik.

 
hasil masakan saya dengan mas eko yang gosong kata chef ken hihi
















 Menuju tempat kuliner yang terakhir yaitu Terminal Live Seafood, ini bener-bener pesta  seafood serius. Terminal Live Seafood yang menyuguhkan berbagai macam seafood dengan porsi jumbo.Sebenarnya sih perut saya udah menolak untuk makan, tapi lidah pada demo untuk mecicipi hidangan ini. Tak banyak makanan yang saya ambil, tetapi saya mencicipi semua makanan yang telah dihidangkan and over all good tasted , 2 jempol dah buat Terminal Live Seafood. Recomended banget buat kita yang ingin mengadakan kuliner bareng keluarga serta teman-teman atau mengadakan acara lainnya tepatnya Jalan Manyar Kertoarjo 40.


aneka seafood sebagai hidangan terakhir penutup kuliner kita 



















































Kuliner kali ini memang ajib banget, berbagai macam keseruan dengan para peserta dan tim hemaviton Cardio menjadikan momories tersendiri bagi saya. Mulai dari menambah banyak pengalam teman,kuliner juga pengetahuan tentang makan-makanan yang harus kita waspadai bagi kesehatan tubuh kita. Berterimakasih sekali kepada hemaviton Cardio untuk keseruan acara #Foodphilosophy Trip kali ini, semoga dapat mengadakan acara-acara selanjutnya dan tak lupa untuk mengundang saya ya, hihi. Oh ya, karena saya tidak bisa membawa oleh-oleh makanan untuk keluarga dirumah saya dapat membawa hemaviton GluCare yang telah diberikan oleh hemaviton sebelum acara dimulai, nenek saya pun bisa mengkonsumsinya sebagai penderita Diabetes. 
hemaviton GluCare bagi penderita diabetes dan mengurangi gula darah

"Kini saya dapat menikmati moment santap kuliner nusantara tanpa khawatir kolesterol karena saya minum hemaviton Cardio"


Komunikasi Lintas Budaya : Vihara Avalokitesvara Pamekasan

Komunikasi Lintas Budaya : Vihara Avalokitesvara Pamekasan
Pembahasan
Komunikasi adalah hal yang sangat di perlukan didalam kehidupan sehari-hari baik dalam hal regular , di dalam bisnis atau kerja sama bahkan terbentuk dan majunya sebuah daerah juga desa adalah karena faktor dari komunikasi yang berlangsung sinkron termasuk juga dengan budaya sebuah daerah.
Menurut koentjtoroningrat  ada 7 faktor yang mempengaruhi terbentuknya dan persebaran budaya yaitu :
1.    Bahasa
2.    Sistem pengetahuan
3.    Organisasi sosial
4.    Sistem peralatan dan teknologi
5.    Sistem mata pencaharian
6.    Sistem religi
7.    Kesenian

1.    BAHASA
Persebaran budaya juga tidak terlepas dari bahasa kepemimpinan yang menjadikan itu sebagai culture atau lebih tepatnya bahasa sehari-hari (lokal) karena kepimimpanan atau asal usul sebelumnya memounyai andil  penting di dalamnya, menurut luthans mendefinisikan kepemimpinan sebagai sekelompok proses, kepribadian, pemenuhan, perilaku tertentu, persuasi, wewenang, pencapaian tujuan, interaksi, perbedaan peran, inisiasi strukture dan kombinasi dari dua atau lebih hal-hal tersebut. Tetapi juga banyak di dalam era seperti ini bahasa dianggap sudah tidak pada porsinya atau dalam tanda kutip lainya perkembangan budaya saat ini banyak disalah gunakan termasuk penggunanaan bahasanya contoh : bahasa slengean, meme.
Meme dapat  sangat berpengaruh dalam membentuk budaya dari suatu daerah dalam hal budaya bahasa nya di dalam dunia globalisasi saat ini banyak sekali percampuran budaya dimana terkadang dilakukan penyaringan atau pemilihan budaya baru yang harus disesuaikan dengan budaya lama yang sudah ada tetapi hal ini banyak tidak dilakukan oleh sebagian besar  masyarakat kita, dalam kata lain mereka hanya sekedar mengikuti tren tanpa memikirkan efek negatif dari penggunaan bahasa. Meme dapat berimplikasi dengan sendirinya (dalam bentuk peniruan ) dan membentuk suatu budaya, sebagai unit kecil dari suatu budaya richard dawskin dalam bukunya yang berjudul selfish gene menceritakan apa dan bagaimana dia menggunakan istilah meme untuk menceritakan apa dan bagaimana menjelakan persebaran ide ataupun fenomena budaya. Dawskin juga memberi contoh meme yaitu nada, kaitan dari susunan kata, kepercayaan, gaya berpakaian, dan perkembangan teknologi.
Dengan segala macam perkembangan tekhnologi dan remaja yang begitu peka terhadapnya proses use and gratification memiliki andil dalam femomena ini tidak bisa dipungkiri dengan adanya perkembangan baru teknologi yang menyuguhkan khalayak dengan banyaknya pilihan media, analisa motivasi dan kepuasan menjadi komponen  yang paling krusial dalam penelitian khalayak .
Dalam perjalanan individu untuk mencari identitas diri bahasa merupakan satu pokok kajian yang sangat mempengaruhi dan penting mereka pun mulai membentuk kelompok-kelompok yang memilki kesamaan nasib daerah bahkan asal usul, kelompok pada umumnya terbentuk karena memeiliki suatu kesamaan dapat menjadi sumber pembentukan perilaku dalam kata lain kesamaan daerah dan bahasa memiliki peran penting. Proses tersebut adalah contoh riil dari istilah general-expectancy-value phenomenon yang dikenalkan oleh palmgreen.
HASIL PENELITIAN
Menurut penelitian yang telah  kami lakukan di vihara avalokitesvara desa talang sirih kabupaten pamekasan provinsi jawa timur berpatokan pada teori serta penjelasan mengenai 7 faktor pendukung pembentukan budaya menurut koentjoro ningrat  hasil penelitian nya adalah  bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa lokal yaitu bahasa madura, tetapi jika terdapat upacara persembayangan atau hari-hari besar dalam keagamaan mereka menggunakan bahasa indonesia sebagai pemersatu, tetapi jika ada tamu dari luar madura yang kebetulan adalah keturunan asli dari umat budha maka mereka juga bisa menggunakan bahasa mandarin meski tidak selancar berbahasa indonesia dan madura sendiri.
Jika ditarik benang merah dari ketiga bahasa yang digunakan maka jelas terdapat perbedaan yang signifikan jika dilakukan perbandingan kata,pengucapan dan makna dengan bahasa jawa yang ada dilamongan , contoh :
1.     Pamekasan (madura)
·    mator sakalangkong = terimakasih 
·    saporana = maaf
·    ongguhen = seriusan? 
·    Mareh ngakan= sudah makan
2.    Lamongan 
·    matur suwun, suwun = terimakasih
·    ngaturaken sedoyo keluputan, sepurane ingkang katah, sepurane seng katah =  mohon maaf 
·    tenane, saestu = seriusan
·    sampun dahar, sampun maem,  sampun nedo = sudah makan
dikutip dari penjelasan bapak Anton selaku admin  dan pengurus dari vihara avalokitesvara “disini terdapat 4 agama dalam satu komplek bangunan yaitu budha,konghucu, hindu dan islam maka kita menggunakan bahasa indonesia dalam pertemuan atau beribadatan,  disini sangat kental unsur  harmonis dan menghargai setiap agama nya tidak jarang kita menggunakan bahasa madura  dan terkadang kita menggunakan bahasa mandarin jika ada tamu  dari luar kota seperti langkat,singkawang ataupun luar negeri “ ujarnya.
Dapat ditarik kesimpulan bahasa yang dominan digunakan dalam daerah itu adalah bahasa madura atau sekitar 50% , yang kedua adalah bahasa indonesia yaitu sekitar 30%. Sedangkan untuk mandarin sendiri adalah sekitar 20%. Maka hubungan bahasa dalam mempengaruhi suatu budaya dan keterkaitanya dengan 6 faktor lainya adalah bahasa mereupakan unsur pertama yang menjadi patokan orang-orang untuk mengetahui apa budaya yang dianut contohnya adalah jika mahasiswa dari daerah lamongan bertemu dengan mahasiswa dari madura maka yang mereka gunakan adalah bahasa indonesia, dan jika bertemu dengan mahasiswa yang berasal dari satu daerah  maka mereka akan menggunakan bahasa daerahnya.
Referensi : Hafidz manaf, pengaruh kepemimpian, budaya bahasa organisasi dsn team work  terhadap kinerja organisasi pondok pesantren modern kabupaten ponorogo, tesis (makasar: universitas maula malik ibrahim)
Arshano sahar, studi observasi penggunaan situs 9gag dan  bahasa meme oleh remaja,  makalah non seminar, (depok: universitas indonesia )

2.    SISTEM PENGETAHUAN
Sistem pengetahuan adalah sistem yang terlahir karena manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lainnya juga dapat mengerti.Pengetahuan yang sifatnya sempurna dan sebagai objek yang benar-benar nyata dari bentuk aslinya, baginya ia akan permanen dan tidak akan pernah berubah. Keyakinan akan identifikasi semacam ini bisa disimak dalam ajaran ide-idenya, khususnya dalam konsep dua dunianya: dunia ideal dan dunia indrawi. Baginya, klaim bahwa pengetahuan itu berasal dari pengalaman akal (pandangan ini dikenal dari kelompok empirisisme),sungguh sesuatu yang janggal adanya.
Uraian mengenai pokok-pokok khusus yang merupakan isi dari sistem pengetahuan dalam suatu kebudayaan, akan merupakan suatu uraian tentang cabang-cabang pengetahuan. Cabang-cabang itu sebaiknya dibagi berdasarkan pokok perhatiannya.
Dari hasil penelitian,masyarakat di daerah vihara tersebut hanya bersekolah sampai smp atau mereka terkadang lebih memilih untuk bersekolah di luar pulau Madura. Misalnya meneruskan SMA nya di Surabaya. Selain itu pada penelitian di gereja , mereka hanya menyediakan sekolah khatolik untuk TK,SD,SMP. Jadi jika ingin meneruskan sekolah khatolik harus pergi keluar atau dapat bersekolah di SMA umum.
Referensi : www.e-journal.com
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

3.    SISTEM MASYARAKAT/ ORGANISASI SOSIAL
Setelah kami melakukan penelitian di desa candih, kecamatan galis, kabupaten pamekasan tentang vihara yang ada disana yaitu vihara Avalokitesvara, yang didalamnya ada 4 icon agama ada islam, hindu, konghucu, budha.
Dalam satu tempat tetapi ada 4 agama itu sangat menarik sekali dan pasti kegiatan organisasi sosial yang dilakukan disini pasti juga berbagai macam seperti beribadah atau yang lainnya. Dari segi masyarakat sekitar para remaja yang ada disekitar desa candih tersebut mereka juga memiliki kegiatan sosial seperti karang taruna, dan jika masyarakat yang berbeda agama mereka akan melakukan ibadah seperti biasanya, atau sesuai hari ibadah mereka.  Karena setiap kehidupan masyarakat diorganisasi atau diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai macam kesatuan di dalam lingkungan tempat individu hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan mesra adalah kesatuan dan kekerabatannya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kaum kerabat lain. Kemudian ada kesatuan-kesatuan di luar kaum kerabat, tetapi masih dalam lingkungan komunitas. Karena tiap masyarakat manusia dan juga masyarakat desa, terbagi menjadi beberapa lapisan-lapisan, maka setiap orang di luar lapisan atau di luar kaum kerabatnya menghadapi lingkungan orang-orang yang lebih tingii daripadanya dan yang sama tinngkatnya. Diantara golongan terakhir ini adaorang-orang yang dekat padanya dan ada pula orang-orang yang menjauhinya.
Dalam organisasi sosial juga ada sistem kekerabatan, pengaruh industrialisasi yang sudah masuk semakin mendalam, tampak bahwa fungsi kesatuan kekerabatan yang sebelumnya penting dalam banyak sektor kehidupan seseorang, biasanya mulai berkurang seiring dengan bersamaan dengan adat istiadat yang mengatur kehidupan kekerabatan sebagai kesatuan mulai mengendor, karena seperti itu dipengaruhi budaya-budaya barat yang telah menjadi doktrin oleh masyarakat saat ini. Tapi lain halnya dengan masyarakat yang ada di desa candih atau lebih tepatnya masyarakat yang berada di sekitar vihara avalokitesvara ini bahwa mereka masih mengutamakan yang namanya kekerabatan dan sebuah organisasi dan mereka juga tidak mengesampingkan perbedaan mereka hidup dengan damai dan saling menghormati satu sama lain. Mulai dari kegiatan sosial yang apabila umat muslim lakukan maka mereka selain umat muslim akan menghormatinya begitupun sebaliknya.
Selain di vihara yang ada di pamekasan kita juga mengunjungi gereja kristen katholik yang ada di sebelah utara alun-alun pamekasan atau biasa disebut dengan arlan (arek lancor) disana ada sebuah gereja yang cukup besar, disana agamanya kristen katholik. Di gereja ini ada organisasi socialyang didirikan oleh agama disini, yaitu OMK (Orang Muda Katholik), ReMaKa (Remaja Katholik), WK(Wanita Katholik), dan FKUP(Forum Kegiatan Umat Pamekasan). Selain mereka mendirikan organisasi sosial mereka juga mengadakan kegiatan sosial diluar gereja seperti bakti sosial, mengadakan amal, bersedekah, mengunjungi penjara juga mereka lakukan dan itu rutin setiap bulan sekali, jadi tidak hanya melakukan kegiatan didalam gereja saja atau hanya sekedar beribadah didalamnya tetapi mereka juga melakukan kegiatan diluar agarlebih menyatu dengan masyarakat sekita, agar tidak terjadi perbedaan sosial juga, walaupun agama keristen katholik di daerah ini masih menjadi minoritas tetapi mereka tidak membatasi pergaulan atau kegiatan mereka, mereka juga mengunjungi penjara atau bakti sosial yang pasti didalam itu semua ada yang beragama selain kristen.
Juza l. H morgan menemukan suatu metode penelitian sistem kekerabatan yang sangat penting, yaitu bahwa beragam sistem kekerabatan itu erat sangkut pautnya dengan sistem istilah kekerabatan,suatu sistem kekerabatan tertentu dengan unsur tertentu sehingga untuk membuat suatu deskripsi mengenai sistem kekerabatan suku bangsa yang bersangkutan.
Referensi : Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

4.    SISTEM TEKNOLOGI
Sistem peralatan hidup (teknologi) yang merupakan uraian dari unsur kebudayaan menurut Koentjoningrat disini dijelaskan menurut Harsojo, system teknologi yang dimaksud adalah jumlah keseluruhan teknik yang dimiliki oleh para anggota suatu masyarakat, meliputi keseluruhan cara bertindak dan berbuat dalam hubungannya dengan pengumpulan bahan-bahan mentah dari lingkungannya. bahan itu untuk dibuat menjadi alat kerja, penyimpanan, pakaian, perumahan, alat transportasi, dan kebutuhan lainnya yang berupa materi. Koentjaraningrat mengemukakan bahwa teknologi adalah mengenai cara manusia membuat, memakai, dan memelihara seluruh peralatannya, bahkan mengenai cara manusia bertindak dalam keseluruhan hidupnya. Teknologi tradisional pada masyarakat yang berpindah-pindah dan masyarakat desa yang hidup dari pertanian, menurut Kontjaraningrat palimg sedikit memiliki 8 (delapan) macam system peralatan, yaitu sebagai berikut:
1.    Alat-alat produksi
2.    Senjata
3.    Wadah
4.    Alat untuk menyalakan api
5.    Makanan, minuman, bahan pembangkit gairah, dan jamu-jamuan
6.    Pakain dan perhiasan
7.    Tempat berlindung dan perumahan
8.    Alat-alat transportasi
Disamping itu hasil dari penelitian kami di vihara tempat berada di daerah Pamekasan Talang Candih mayoritas sebagian besar warga disana petani atau peternak yang menggunakan alat kerja manual menggunakan kayu untuk memisahkan padi dari batangnya dan sedikit warga yang sudah menggunakan mesin. Pakaian yang digunakan warga disana pun pakaian yang digunakan untuk menahan pengaruh alam atau bisa disebut pakaian sebagai perhiasan badan warga disana juga menggunakan pakaian sebagai lambang yang dianggap suci disaat ada atau memperingatkan hari besar atau hari raya dan hanya beberapa orang yang menggunakan perhiasaan seperti emas yang biasanya digunakan oleh orang teratas. Alat transportasi yang digunakan untuk bekerja atau mereka ingin bergerak ke mana-mana karena itu mereka memerlukan alat bantu unuk memudahkan aktivitasnya pada zaman modern ini seperti, sepeda motor atau mobil dan tidak jarang juga ada beberapa warga yang masih menggunakan kereta beroda atau yang bisa dibantu oleh kuda atau sapi. Rumah yang mereka tempati pun cukup sederhana tidak begitu mewah atau mewah yang bisa digunakan untuk tempat tinggal keluarga kecil, keluarga besar, ibadah, tempat pertemuan, dan pertahanan dan Alat komunikasi untuk menghubungi satu sama lain mereka menggunakan handphone tapi tidak berbasis new media karna pengetahuan tentang new media disekitar situ masih terbilang sempit dan masih menggunakan saluran sms atau telefon untuk memberikan informasi ke lain.
Lain dengan penelitian kami yang tempat kedua disekitar Alun-alun pamekasan yang sebagian besar warga disekitar tersebut bekerja sebagai karyawan, pedagang, dan guru, pakaian perhiasan, alat transportasi, rumah disana pun sama dengan warga yg di vihara tersebut. Perbedaannya di kedua tempat tersebut terletak di alat komunikasi yang sebagian besar di tempat ini warga sudah mengenal internet dan tidak asing lagi untuk saling komunikasi. Mereka kini sudah jarang menggunakan sms tetapi menggunakan aplikasi yang biasa disebut dengan WhatsApp dan mereka membuat group untuk menginformasikan tentang hal apapun yang berkaitan dengan kegiatan yang akan dilakukan atau dikerjakan.
Referensi : Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

5.    SISTEM MATA PENCAHARIAN
Sistem mata pencaharian dibagi menjadi 6 yaitu sistem mata pencaharian tradisional, memburu dan meramu, beternak, bercocok tanam di ladang, menangkap ikan, dan bercocok tanam menetap dengan irigasi. Dalam penelitian kami di vihara avalokistesvara, masyarakat sekitar bermata pencaharian nelayan, tambak , dan petani.
Nelayan
Merupakan mata pencarian yang sangat tua. Manusia zaman purba yang kebetulan hidup di dekat sungai, danau atau laut, telah memanfaatkan sumber alam yang penting itu untuk keperluan hidupnya. Ketika manusia mengenl bercocok tanam, aktivitas menngkap ikan seing ddilakukan sebagai mata pencarian tambahan. Sebaliknya, masyarakat nelayan yang menangkap ikan sebagai mata pencria yang utama, juga bertani dan berkebun.
Para nelayan yang menangkap ikan di laut biasanya berlayar dekat pantai. Lebih dari 50 persen ikan hidup dalam kawanan yang meliputi jumlah beribu-ribu ekor, dengan jarak antara 10 hingga 30 Km dari pantai. Pada musim-musim tertentu kawanan ikan tadi malahan akan lebih mendekat lagi, dan masuk kedalam teluk-teluk untuk mencari air tenang dan untuk bertelur. Di samping jenis-jenis ikan yang datang dalam kawanan besar itu, banyak pula jenis ikan lain yang hidup sendiri-sendiri secara terpencat.
Ada laut-laut tertentu yang pantainya menjadi daerah hidup kawanan ikan tertentu, yang bermigrasi menurut musim. Bagi para nelayan tersebut penangkapan ikan itu merupakan pokok dari usaha mereka sebagai nelayan. Serupa dengan itu, kawanan-kawanan ikan yang terdiri dari berpuluh-puluh ribu ekor pula, pada musim-musim tertentu menyusuri pantai-pantai, dan semenjak beberapa abad telah menjadi sumber mata pecarian hidup warga Pamekasan yang hidup di sekitar pantai-pantai tersebut.
Petani
Petani adalah seorang yang bergerak dalam pertanian, utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanama, seperti padi, bungah, buah dan lain lain.  berbeda dengan yang lainnya, di Desa Candi Kecamatan Galis Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur masih ada petani yang membajak sawahnya dengan sepasang orang. Memang tidak ada yang berbeda hanya saja di derah Desa Candi mereka masih saja menggunakan alat yang ditarik dengan manusia ataupun dengan sapi atau kerbau.
Jika dilingkungan sekitar gereja pekerjaan yang ditekuni adalah bekerja di toko atau karyawan. Karena disana tidak ada lahan pertanian maka mereka sebagai produsen.
C.  Tambak
Tambak adalah pekerjaan yang paling dominan. Terlihat adanya beberapa tambak sebelum masuk kawasan vihara tersebut. Tambak yaitu kolam buatan (empang), biasanya di daerah pantai yang diisi air dan dimanfaatkan sebagai budidaya perairan. Hewan yang dibudidayakan seperti udang dan ikan.
Referensi : Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

6.    SISTEM RELIGI
Dalam suatu kebudayaan yang patut diperhatikan adalah nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh setiap penganutnya. Nilai-nilai dasar yang menjadi pandangan hidup dan sistem kepercayaan di mana semua orang pengikutnya berkiblat. Nilai dasar itu membuat para pengikutnya melihat diri mereka ke dalam, dan mengatur bagaimana caranya mereka melihat keluar. Nilai dasar itu merupakan filosofi hidup yang mengantar anggotanya ke mana dia harus pergi.
Suatu sistem religi dalam suatu kebudayaan selalu mempunyai ciri-ciri untuk sedapat mungkin memelihara emosi keagamaan itu di antara pengikut-pengikutnya. Dengan demikian, emosi keagamaan merupakan unsur penting dalam suatu religi bersama dengan tiga unsur yang lain, yaitu: (a) sistem keyakinan; (b) sistem upacara keagamaan; (c) suatu umat yang menganut religi itu.
Keberagaman budaya dan juga keagamaan merupakan sebuah ciri tersendiri bagi negara Indonesia. Seperti dalam penelitian kelompok kami di salah satu daerah di Pamekasan tepatnya di dusun Candih kecamatan Galis kabupaten Pamekasan. Di daerah tersebut terdapat sebuah vihara yang dikenal dengan Vihara Avalokitesvara yang merupakan Vihara terbesar di Pulau Garam ini. Uniknya dalam Vihara tersebut bukan hanya terdapat satu tempat ibadah, namun terdapat 4 (empat) tempat ibadah sekaligus di dalamnya seperti: Islam, Hindu, Khong Hu Cu, dan Budha itu sendiri. Di daerah lain yang tidak jauh dari Vihara itu, juga terdapat sebuah Gereja yang penganutnya adalah Kristen Katolik. Menurut Budianto di lingkungannya lebih dominan ummat yang memeluk agama Islam dari pada Katolik. Ummat yang menganut agama Katolik berjumlah sekitar 508 orang. Namun, dengan banyaknya agama dalam satu wilayah tersebut tidak membuat Pamekasan menjadi kota konflik antar pemeluk agama lain.
Kerukunan hidup antar umat beragama bukanlah hal yang given, melainkan butuh proses dan upaya dari berbagai pihak. Mewujudkan hidup yang rukun baik antar maupun inter umat beragama, dalam masyarakat yang plural bukanlah suatu hal yang mudah. Hal ini disebabkan dengan banyaknya faktor yang terkait, misal faktor sosial, pendidikan, ekonomi, politik termasuk ideologi dari masing-masing pemeluk.
Menurut Dr. Koentjaraningrat terdapat tiga unsur penting dalam sistem religi yang sudah kita sebutkan di atas, antara lain:
a.    Sistem keyakinan

Mengenai sistem keyakinan para ahli antropologi biasanya menaruh perhatian terhadap konsepsi tentang dewa-dewa, sifat dan tanda dewa. Dari kelima agama yang dianut di atas terntunya mereka memiliki kepercayaan masing-masing yang berbeda agama ang satu dengan yang lain. Islam memiliki keyakinan bahwa Allah adalah Tuhan mereka, Kristen adalah Yesus, dan begitu pula agama lainnya. Kitab dan juga Nabi yang mereka yakini dari masing-masing penganut juga berbeda.
b.    Sistem upacara keagamaan

Sistem keagamaan secara khusus mengandung empat aspek yang menjadi perhatian khusus dari para ahli antropologi ialah:
a.)    Tempat melakukan upacara keagamaan
1.    Masjid/langgar merupakan tempat ummat Islam dalam melaksanakan upacara keagamaan.
2.    Gereja merupakan tempat ibadah ummat Kristen.
3.    Vihara merupakan tempat  ibadah ummat Budha.
4.    Pura merupakan tempat ibadah ummat Hindu.
5.    Li Thang/Klenteng tempat ibadah ummat Khong Hu Cu.

b).    Saat-saat upacara keagaman dilaksanakan/hari-hari besar keagamaan

1.    Hari besar agama Budha yakni Waisak yang merupakan peringatan dari 3 peristiwa. Yaitu, kelahiran Pangeran Siddharta, hari pencapaian Penerangan Sempurna Pertapa Gautama, dan hari sang Budha wafat
2.    Hari Raya Nyepi bagi ummat Hindu yang dirayakan setiap tahun baru Saka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai sebagai hari penyucian dewa-dewa yang berada di samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Hari Raya Nyepi tidak ada aktifitas apapun di dalamnya. Segala aktifitas pelayanan umum ditiadakan kecuali Rumah Sakit,
3.    Hari Raya Idul Adha bagi ummat Islam, di hari raya ini dilakukan penyembelihan hewan kurban untuk memperingati perintah Allah kepada Nabi Ibrahim yang menyembelih domba sebagai ganti putranya.
4.    Hari Natal bagi ummat kristen yang diperingati setiap tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus
5. Hari Raya imlek bagi ummat Khong Hu Cu
    Selain hari-hari besar dari semua agama, juga terdapat kegiatan keagamaan yang lainnya seperti bagi ummat Islam yang berpuasa ketika bulan Ramadhan. Begitu juga dengan ummat Kristen Katolik, mereka juga melakukan puasa dan juga shalawatan selama satu bulan penuh. “ummat Katolik melakukan shalawat pada bulan Mei dan Oktober” ungkap Budianto, pengurus gereja di salah satu daaerah di Pamekasan.
   
 Dengan adanya tempat peribadatan lain selain vihara, melambangkan persatuan antar umat beragama di tempat ini. Kerukunan beragama adalah terwujudnya sikap dan kesadaran untuk saling mengerti, saling menghormati dan saling menghargai di antara pemeluk agama yang berbeda. Bahkan terkadang ada ummat agama lain seperti penganut Khog Hu Cu tidak hanya menyembah di Klenteng saja, namun mereka juga beribadah di Pura dan juga Vihara yang ada di sana.
Referensi : Liliweri, Alo. (2003). Dasar-dasar Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta



7.    KESENIAN
Kesenian menurut Koentjoroningrat adalah kompleksitas dari ide-ide , norma-norma, gagasan,nilai-nilai, serta peraturan dimana kompleks aktivitas dan tindakan tersebut berpola dari manusia itu sendiri dan pada umumnya berwujud berbagai benda-benda hasil ciptaan manusia. Dipandang dari sudut kesenian sebagai ekspresi hasrat manusia akan keindahan itu dinikmati, maka ada dua lapangan besar, yaitu : a) seni rupa, atau kesenian yang dinikmati oleh manusia dengan mata, dan b) seni suara, atau kesenian yang dinikmati manusia dengan telinga. Seni rupa yang terdapat di Vihara Avalokitesvara ini berupa patung-patung. Sedangkan seni suara yaitu adanya barongsai dan juga wayang kulit. Kesenian tersebut biasanya dipertunjukkan pada saat hari-hari besar atau perayaan budha. Pertunjukan kesenian ini dilakukakan di sekitar wilayah vihara. Untuk wayang kulit sendiri mereka telah menyediakan tempat tepat didepan vihara tersebut.
Barongsai merupakan kesenian untuk mengiring para tamu yang datang. Para tamu tersebut bukan hanya berasal dari sekitar pamekasan tetapi juga dari luar daerah atau kota untuk beribadah. Biasanya terdapat dua barongsai untuk mengiring. Setelah mengiring sampai pintu masuk mereka berhenti sejenak untuk memainkan tabuhan khas barongsai dan barongsaipun mulai mempertunjukkan aksinya.Acara ini biasanya berlangsung selama 3 hari. Dua hari untuk penyambutan tamu dari vihara-vihara lain yang membawa patung.  Untuk wayang kulit diadakan pada malam hari.
Dalam penelitian yang ada di gereja dekat alun-alun pamekasan, masyarakat disana mempunyai kesenian yang bernama Ul-Daul. Sebagian besar orang berpendapat bahwa Ul-Daul  berasal dari kata “Gaul, Ul-Gaul” dan kemudian diperaktiskan menjadi “Ul-Daul”. Musik Ul-Daul  merupakan musik kontemporer yang memiliki suatu ciri khas tersendiri, yang berasal dari salah satu kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat madura.
Berdirinya musik ini berawal dari suatu kebiasaan masyarakat madura yang sering kali memanfaatkan barang-barang ditempat sekitar atau barang bekas yang sudah tidak bisa dipakai lagi, untuk dijadikannya sebagai instrumen dalam memainkan bunyi-bunyian sehingga membentuk suatu nada-nada yang etnik dan juga sangat khas. Musik ini mulai berkembang pesat pada era tahun 1990-an yang mempadukan dengan berbagai macam aliran musik mulai dari musik dangdut, gambus, kasidah, dan hingga lagu-lagu daerah.
Musik Ul-Daul merupakan inovasi musik tong-tong, sehingga sebagian besar alat-alat musik yang digunakan untuk memainkannya terbuat dari bambu. Ada beberapa alat musik yang terbuat dari potongan bambu memiliki jenis ukuran yang berbeda-beda dan sesuai dengan bunyi yang akan dihasilkannya nanti, mulai dari ukuran besar panjang sekitar setengah sampai mencapai satu meter dengan diameter 40-50 cm. Sehingga akan melahirkan bunyi yang sangat nyaring dan besar. Dan selanjutnya memiliki jenis ukuran yang semakin kecil sesuai dengan kebutuhan irama yang diperlukan untuk dapat mempadukan dan menghasilkan nada-nada yang indah sehingga enak untuk didengarkan. Cara memainkan musik ini dengan menggunakan pukulan monoton sehingga melahirkan irama yang dinamis. Semakin eksisnya keberadaan dan bertambahnya perkumpulan musik Ul-Daul dimadura ini menjadikan sebagai bukti bahwa madura merupakan tanah yang kaya raya akan seni dan kebudayaan yang memiliki ciri-ciri khas tersendiri.
Dalam hari-hari besar musik Ul-Daul ini dimainkan. Mereka pun telah memiliki alat-alat musik sendiri. Ul-Daul yang dimainkan adalah murni Ul-Daul bukan ada campuran alat musik lain. Gereja ini pernah memenangkan lomba tingkat SMP di probolinggo.
Referensi : Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta

Komunikasi Lintas Budaya : Sistem Kebudayaan Masyarakat di Mojokerto

Komunikasi Lintas Budaya : Sistem Kebudayaan Masyarakat di Mojokerto
I.    BAHASA
Agama Budha barasal dari kerajaan kosala kapilawatsu dan peninggalan - peninggalan jaman Budha ada di sekitar India dan Nepa, pada jaman itu saat  sang Budha menyampaikan ajarannya di daerah itu mengunakan  bahasa Pali dan Sansekerta.

Sansekerta merupakan salah satu bahasa tertua di India bahasa ini di gunakan sansekerta  veda pada tahun 1500 SM, namun di duga sansekerta berumur lebih tua mengingat sebelumnya tradisi menulis belum berkembang sehingga sulit untuk memastikan bahasa kuno ini,bahasa Indonesia di kenal sebagai bahasa indo – arya yaitu sebuah cabang besar dan beragam dari keluarga bahasa indo -eropa dengan sansekera paling berpengaruh dan terkenal,kata sansekerta di terjemahkan dalam beberapa arti berbeda seperti (lengkap,sempurna dan menarik bersama-sama) asal dari bahasa sansekerta berasal pada dialek lisan yang kemudian di organisasi sehingga menjadi bentuk yang lebih moderen sekitar tahun 500 SM selain itu sansekerta  adalah bahasa klasik dari india kuno yang lazim di gunakan oleh semua anggota masyarkat kelas tinggi dan berbudaya, salah satu contoh bahasa sansektra yaitu "Dosa".

Bahasa pali  merupakan sebuah bahasa indo – arya dan merupakan sebuah bahasa partnernya atau perakit kata palii sendiri  artinya adalah baris atau garis arau teks (konanik) dan sekarang di golongkan dalam bahasa sastra,sementara tidaklah pasti apakah bahasa palu di gunakan dalam bahasa sehari hari, kosakata pali berakar dari bahasa sansekerta  namun dengan makna yang sedikit berbeda  di sesuaikan dengan ajaran budha,kosakata yang serupa anatara sansekerta dan bahasa palu justru menunjukkan perlawannan kata,contohnya  kalangan budha tidak menyuka adanya jiwa atau sifat  esensial pada suatu benda, sehingga di gunakan istilah "dhamma" untuk merefleksikan hal tersebut ( dalama bahas sansekerta bearti dharma ) bahasa palu sering di pandang  sebagai bahasa suci melebihi  bahasa sansekerta,karna sang budha di perkiakan mengunakan bahasa bahasa palu sewaktu menyampaikan ajarannya.

Jadi pada saat ini dua bahasa tersebut tetap di pakai namun dengan  seiring dengan berjalannya waktu  agam itu berkembang ke daerah – daerah tertentu  yang mana di dalam agama budha mengikuti adat  budaya dan bahasa daerah tersebut yang artinya di dalam agama budha mau pakai bahasa apapun  tidak masalah, akan tetapi lebih banyak dan dominan memakai bahasa palii  dan sansekerta.bukan karna bahasa pali dan sansekerta itu bahsa yang suci  yang penting arti dari bahasa palu itu apa dan dalam bahasa sansekerta itu apa.
Dalam agama budha tahu atau hafal doa dalam agama budha  tetapi tidak tahu arti bahasa indonesianya percuma ,jadi mau pakai bahasa jawa ,indonesia ,madura tidak masalah  yang penting tahu artiny namun dalam ritual tata caranya mereka memakai bahasa tertentu, misalnya pali dan sansekerta,salah satu contoh bahasa sansekerta dan pali saat beribadah( namo sang yang adi budhaya ) yang artinya terpujilah Tuhan Yang Maha Esa.

II.    SISTEM PENGETAHUAN

Masyarakat Mojokerto tergolong pada masyarakat yang pada jaman modern ini masih menghormati kebudayaan dan melestarikannya. Kebudayaan Majapahit yang hingga saat ini ada dan menjadi salah satu objek wisata dan cagar budaya yang berada di Mojokerto. Wisata religi umat Budha merupakan lokasi yang biasa menjadi pilihan saat mengunjungi Kabupaten Mojokerto.
Sistem pengetahuan bagi masyarakat Mojokerto khususnya kecamatan Trowulan, masyarakat sekitar memiliki pendidikan yang standard sama seperti daerah lain. Hanya saja ketika kita menyinggung kebudayaan Budha dalam sistem pengetahuannya berbeda dengan masyarakat Madura yang mayoritas beragama Islam. Ketika di Madura masyarakat yang beragama islam melakukan pendidikan sekolah madrasah dan mengaji di “Langgar”, masyarakat Budha tidak miliki rutinitas semacam itu. Tetapi ketika seseorang menginginkan menjadi seorang biksu.
Memiliki berbagai macam kebudayaan terutama pada kebudayaan Majapahit menjadi hal positif bagi masyarakat sekitar. Kerajaan Majapahit dulu berada di Mojokerto tanpa membawa identitas agama, bahasa atau ras, rombongan Kerajaan Majapahit datang ke Indonesia khususnya di wilayah Mojokerto untuk mempererat dan menyatukan Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagaisuku, agama dan bahasa serta kebudayaan.
Tidak semua kecamatan yang ada di Mojokerto memiliki wisata dan cagar budaya Budha disetiap wilayahnya. Dari ke 19 kecamatan yang ada di Kota Mojokerto, hanya satu kecamatan yang memiliki wisata dan cagar budaya ini, yaitu Kecamatan Trowulan. Berada pada wilayah perbatasan dan berada pada paling barat Mojokerto dan hampir berada pada wilayah timur Jombang.Trowulan di katakan sebagai Kompleks Peninggalan Kerajaan Majapahit. Terlihat ketika sudah masuk wilayah trowulan kita akan dijumpai dengan adanya nuansa Budha dengan bangunan bangunan disepanjangj alan menuju lokasi cagar budaya seperti pada wisata religi Patung Budha Tidur. Memberikan nuansa candi ini dilakukan oleh pemerintah kota Mojokerto bekerjasama dengan masyarakat Trowulan.
Dalam tingkat formal, budaya merupakan sebuah tradisi atau kebiasaan yang dilakukan oleh suatu masyarakat secara turun menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pada tingkatan informal, budaya banyak diteruskan oleh suatu masyarakat dari generasi ke generasi berikutnya melalui apa yang didengar, dilihat, dipakai, dan dilakukan tanpa diketahui alasannya mengapa hal itu dilakukan.
Padatingkat teknis, bukti-bukti dana turan-aturan merupakan hal yang paling penting. Sehingga terdapat penjelasan logis mengapa sesuatu harus dilakukan dan yang lain tidak boleh dilakukan.Keberadaanbenda-benda masa lampau yang kini dikonsepkan sebagai benda cagar budaya dapat menunjukkan pada kita dan pada generasi mendatang tentang beragam informasi yang terjadi pada masa lampau. Benda cagar budaya tidak dibiarkan menjadi benda mati belaka, tetapi dirawat dan dipelihara beserta lingkungannya sehingga memiliki daya tarik dan nilai jual.
Menyingkapi terjadinya kerusakan situs cagar budaya melalui kesadaran lokal, maka yang harus dilakukan pemerintah memberikan penyuluhan secara berkesinambungan memberikan pelatihan dan ketarampilan terhadap pengembangan usaha pahat patung dalam meningkatkan dan sekaligus ikut dalam mempromosikan cagar budaya di masyarakat luar daerah bahkan manca negara. Mengadakan pendekatan sosial melalui peran tokoh masyarakat dalam ikut menanamkan kesadara masyarakat dalam melestarikan cagar budaya, Serta perlunya penegakan supremasi hukum terhadap siapapun yang melanggar dan merusak cagar budaya yang menjadi aset daerah. Di dalamkerangkakesejarahan, kitamemandangmanusiahidupdalamduadimensi, yaknisebagaipasiendanpelakusejarah.Keberadaan museum Trowulanbagiaspekpendidikanmemberikankontribusi yang sangatbesar. Di dalam museum TrowulanterdapatberbagaipeninggalanMajapahitdanbukti-buktikebesaranMajapahit. Museum ini dapat memberikan pengetahuan dari peninggalan-peninggalan yang ada. Masyarakat dan khususnya para pelajar dapat mempelajari peninggalan-peninggalan di museum untuk di kembangkan dan merekonstruksi kehidupan. Majapahit pada masa lalu. Sehingga dapat di ketahui corak pemerintahan, kehidupan social dan budaya Majapahit. Majapahit merupakan kerajaaan terbesar di Nusantara dan wilayahnya hampir seluruh wilayah Negara kita dan mencakup negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia dan lain-lain. Kejayaan Majapahit memberikan kebanggaan bagi kita dan memberikan semangat untuk menjadi bangsa yang besar. Hal ini memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan bahwa negara kita dahulu merupakan Negara yang besar yang memiliki kekuasaan yang luas.Selain itu Museum Trowulan harus terus dilestarikan memiliki nilaisejarah yang tinggi terutama sejarah Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar di Nusantara. Museum Trowulan memberikan nilai-nilai edukatif yang sangat bermanfaat bagi generasi penerus bangsa agar mengetahui kebesaran Majapahit. Dengan demikian keberadaan museum Trowulan harus di jaga bersama untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya.

III.    SISTEM RELIGI

Sistem religi selalu dikaitkan dengan kepercayaan yang dimiliki oleh masyarakat setempat, penelitian yang kami lakukan di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto membawa hasil bahwa penduduk desa  setempat menganut system religi islami dan hanya beberapa yang menganut sistem religi budha itupun hanya dari pendatang saja. Dari penduduk asli desa setempat tidak ada yang beragam Budha, mayoritas beragama Islam meskipun kental dengan kebudayaan budha.
Kegiatan religi Islam yang dilakukan disana yaitu pengajian dan hadrah. Sedangkan kegiatan religi Budha yaitu peringatan houl kematian. Selain itu penduduk yang beragama budha mengadakan kegiatan di hari besar , yaitu seperti Hari Raya Waisak. Kegiatan di hari Raya Waisak yaitu sembahyang, memberikan sesajen, berdoa sambil mengelilingi patung budha tidur.
Masyarakat di dataran rendah sangat beraneka-ragam bentuk kebudayaan serta adat-istiadatnya. Masyarakat dataran rendah dapat didefinisikan sebagai  masyarakat yang ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama anggota warga desa sehingga seseorang merasa diri nyamerupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat tempat dia hidup, serta rela berkorban demi masyarakatnya, saling menghormati, serta mempunyai hak dan tanggungjawab yang sama di dalam masyarakat terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama. Adapun ciri-ciri masyarakat dataran rendah antara lain; Setiap warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan warga masyarakat di luarbatas-batas wilayahnya.
Pada masa Kerajaan Majapahit berkembang agama Hindu Syiwa dan Buddha. Kedua umat beragama itu memiliki toleransi yang besar sehingga tercipta kerukunan umat beragama yang baik. Raja HayamWuruk beragama Syiwa, sedangkan Gajah Mada beragama Buddha. Namun, mereka dapat bekerja sama dengan baik.

Rakyat ikut meneladaninya, bahkan Empu Tantular menyatakan bahwa kedua agama itu merupakan satu kesatuan yang disebut Syiwa–Buddha. Hal itu ditegaskan lagi dalam Kitab Sutasoma dengan kalimat Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharmma Mangrwa. Artinya, walaupun beraneka ragam, tetap dalam satu kesatuan, tidak ada agama yang mendua.Urusan keagamaan diserahkan kepada pejabat tinggi yang disebut Dharmmaddhyaksa. Jabatan itu dibagi dua, yaitu Dharmmad dhyaksa Ring Kasaiwan untuk urusan agama Syiwa dan Dharmmaddhyaksa Ring Kasogatan untuk urusan agama Buddha. Kedua pejabat itu dibantu oleh sejumlah pejabat keagamaan yang disebut dharmmaupatti. Pejabat itu, pada zaman HayamWuruk yang terkenal ada tujuh orang yang disebut sang upattisapta. Di samping sebagai pejabat keagamaan, para upatti juga dikenal sebagai kelompok cendekiawan atau pujangga. Misalnya, Empu Prapanca adalah seorang Dharmmaddhyaksa dan juga seorang pujangga besar dengan kitabnya Negarakertagama.Untuk keperluan ibadah, raja juga melakukan perbaikan dan pembangunan candi – candi.

IV.    SISTEM TEKNOLOGI

Dapat kita ketahui bahwa sebelum adanya teknologi yang berkembang secara cepat, secepat penyebaran informasi pada zaman sekarang bahwa masyarakat.  Desa Trowulan masih memiliki tradisi yang sangat kental dari peninggalan kerajaan-kerajaan Majapahit dulu,seperti adanya kegiatan syukuran dipemakaman,atau ditempat-tempat yang dianggap keramat,serta pohon-pohon besar yang dianggap keramat atau biasa disebut Andil. Masyarakat setempat melakukan syukuran tersebut untuk meminta keselamatan jika Desa tersebut mengalami sebuah masalah yang berhubungan dengan berbaumistik.Kelancaran jika desa tersebut akan melaksanakan suatu acara baik perkawinan, khitanan, atau pun memperingati hari kelahiran desa tersebut. Kepercayaan terhadap kegiatan itu akan mendatangkan rejeki jika orang tersebut percaya dengan kekuatan- kekuatan yang bisa terwujud.

Tidak hanya demikian,namun interaksi masyarakat Desa Trowlan sebelum adanya perkembangan teknologi yang masuk di wilayahnya,masyarakat sangat akrab, dalam bahasa Sosiologi disebut Gemeinscaft atau Paguyuban, paguyuban adalah kelompok atau kehidupan bersama dimana para anggotanya diikat oleh suatu hubungan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal, dan didasarkan pada perasaan cinta atau perasaan batin yang kuat.

Sistem teknologi yang digunakan oleh masyarakat budha masih menggunakan sistem tradisional. Dalam acara yang dilakukan oleh masyarakat Budha terutama dalam hal acara adat. Melakukan upacara memperingati hari kematian (haul) dilakukan dengan sederhana. Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto yang terletak cukup jauh dari daerah Kota. Lokasi menuju Trowulan pengunjung akan merasakan nuansa kebudayaan Budha. Bangunan yang ada disamping rumah dengan arsitektur jaman Majapahit akan dijumpai. Walaupun masyarakat Trowulan tidak beragama Budha tetapi bangunan yang didirikan atas bantuan pemerintah kota sudah disetujui oleh masyarakat.
Masyarakat di kecamatan Trowulan tidak terlalu terbelakang, berbagai macam masyarakat dari berbagai sistem pencaharian yang berbeda banyak yang menggunakan tekhnologi modern yang bisa digunakan dalam mempermudah kegiatan sehari-hari bahkan mendapatkan berbagai informasi dari tekhnologi yang sering digunakan.

Arus yang mengalir dengan deras pada kemajuan teknologi komunikasi dan informasi menyebabkan terjadinya pada perubahnya nilai – nilai pelestarian dan ciri khas budaya yang terdapat pada suatu daerah yang sudah ada sejak dahulu kala. Banyak sekali penyebaran dan masuknya kebudayaan atau kebiasaan dari negara lain yang masuk ke dalam kebudayaan Indonesia. Penyebab yang terjadi dari keadaan tersebut dikarenakan luasnya pengetahuan yang didapat oleh perkembangan media teknologi komunikasi dan informasi, dapat merubah nilai-nilai serta memberikan kesalahan persepsi terhadap keyakinan dan anutan yang tersebar luas di masyarakat .

Berbagai macam perpaduan yang ada dalam masyarakat tidak hanya dalam masyarakat yang beragama hindu budha tetapi masyarakat yang muslim juga mendominasi dalam perkembangan teknolgi ini . Untuk kegiatan keagamaan sitem yang dianut hindu budha masih menggunakan sistem tradisional , karena dalam sistem tradisional semua alat-alat yang digunakan dalam beribadah menggunakan dupa, sesajen , buah-buahan yang tediri dari alam. Berbeda dengan masyarakat yang dominan muslim sudah menggunakan tekhnologi yang ada contohnya mengunakan aplikasi yang ada pada gadget berupa al-quran terjemahan online serta aplikasi adzan dan yang lainnya. Tetapi untuk kegiatan keagaaman yang dianut agama kristen, hindu, budha serta protestan masih menggunakan tekhnologi manual yang harus datang langsung ketempat peribadatan .

Dari waktu ke waktu perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan dalam penyebaran informasi serta pengadaan hari-hari besar yang mengundang seluruh umat hindu budha untuk bersama- sama mengadakan ritual secara menyeluruh baik diseluruh penjuru Indonesia maupun sampai keluar negeri. Pemanfaatan teknologi sebagian oleh masyarakat yang bukan tetgolong seperti pendeta , karena berbagai orang-orang yang mengabdikan diri sebagai kegiatan keagamaan atau bitsu hanya mendekatkan diri kepada pencipta.Teknolgi yang digunakan juga tidak selamanya menggunakan alat, tetapi untuk pemakaman atau pembakaran mayat yang menggunakan alat untuk menyegerakan dalam membakar jenazah, tidak hanya seperti kayu bakar, sekarang mulai menggunakan gas serta teknologi pembakar agar dapat mempercepat dan menghemat kayu bakar  mengifesienkan waktu yang digunakan dalam pembakaran mayat. Sehingga dalam kegiatan keagamaan, kegiatan adat maupun tradisi yang dianut oleh masyarakat menggunakan teknologi tidak merubah tradisi yang dilakukan secara turun temurun.

V.    MATA PENCAHARIAN

Mata pencaharian penduduk pasti tidak lepas pendidikan yang dimiliknya, sebagian besar warganya bermata pencaharian petani dan pengrajin batu bata. Pada Desa Bejijong Kecamatan Trowulan Mojokerto di tempat pariwisata Mahavihara Majapahit (Budha Tidur) warga sekitar tempat tersebut banyak sekali berjualan pernak-pernik, jajanan, makanan, oleh-oleh, bahkan sebelum sampai ke tempat wisata Buddha Tidur kita dapat melihat pinggir-pinggir rumah warga sekitar terdapat patung budha yang sangat berbagai macam.

Sedari dulu di Trowulan adalah kawasan  yang subur, letaknya di pinggiran sungai brantas membuat lahan pertanian diusahakan sepanjang musim, selain bertani, masyarakat Trowulan juga mengembangkan seni kerajian dari tanah liat, batu dan logam sebgai mata pencaharian.Di Trowulan juga terdapat banyak industri pembuatan batu bata sebagai salah satu bahan pokok bangunan tempat tinggal, industri ini bisa ditemui hampir setiap sudut desa di Trowulan.Kerajinan memahat batu, mengolah logam dan pembuatan terakota juga banyak ditemukan di kawasan ini terutama di Desa Bejijong.Dan warisan dari nenek moyang terdahulu masih terpelihara sampai kini di Trowulan.

Mata pencaharian penduduk sebagian besar cenderung ke arah lapangan usaha perdagangan, angkutan, industri pengolahan dan jasa pariwisata. Potensi sub sektor peternakan di Kota Mojokerto masih sangat mungkin untuk dikembangkan mengingat kebutuhan daging untuk masyarakat Mojokerto dan sekitarnya sangat tinggi.Untuk meningkatkan jumlah populasi ternak, baik ternak besar maupun ternak kecil perlu dikembangkan pola-pola kemitraan yang terkait dengan pihak swasta. Lahan budidaya perikanan di Kota Mojokerto seluas 16,5 ha sedangkan yang dikelola baru 6,1 dengan demikian baru sebagian kecil yang dapat dieksploitasi.

Perairan umum yang terdiri dari sungai, sawah yang dapat dimanfaatkan untuk perikanan seluas 10,6 ha, sedangkan waduk seluas 1,1 ha. Pada saat ini berkembang pula petani penangkar bibit ikan lele yang dapat membantu ketersediaan bibit lele di wilayah Kota Mojokerto.

Beberapa produk unggulan wilayah ini antara lain industri sepatu dan sandal kulit, kerajinan dari gips, kerajinan bambu, miniatur perahu layar, industri pengecoran aluminium untuk peralatan masak, batik, konveksi dan bordir, dan beberapa industri makanan.

Kota yang juga dikenal dengan makanan khas onde-ondenya itu mempunyai tiga lokasi wisata yang diunggulkan. Ketiga lokasi wisata itu antara lain Tempat Pemandian Tirta Suam, Kawasan Wisata Air Kali Barantas, dan Pemandian Sekarsari. Mayoritas mata pencarian penduduk bergerak dibidang pertanian dan pengajin Patung.  Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan mata pencaharian penduduk adalah tersedianya lapangan pekerjaan yang kurang memadai dengan perkembangan penduduk sebagaimana tertuang dalam perencanaan pembangunan daerah Kabupaten Mojokerto.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan desa adalah melakukan usaha perluasan kesempatan kerja dengan melakukan penguatan usaha kecil pemberian kredit sebagai modal untuk pengembangan usaha khususnya di bidang perdagangan.Sebenarnya, tidak dipungkiri juga bahwa industri manufaktur modern juga mulai menunjukkan pengaruhnya, ada pergeseran pola pikir dan kenyataan yang tak bisa dihindari masyarakat bahwa pabrik beroperasi di sekitar mereka, ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk mempertahankan nilai-nilai dan tradisi lama agar tetap memberikan manfaat atau mengikuti arus industry modern yang pelan-pelan menggerogoti warisan budaya mereka.

VI.    KESENIAN

Beberapa kesenian yang masih dilakukan serta dilestarikan oleh masyarakat di Mojokerto :

1)    Seni Bantengan.

Kesenian rakyat Bantengan berasal dari Kecamatan Pacet tepatnya di desa Made yang dahulunya merupakan desa yang berdekatan dengan lereng Gunung Welirang. Konon kawasan hutan tersebut banyak hidup bermacam-macam hewan liar termasuk diantaranya Banteng yang saat ini sudah punah. Pada saat itu, seorang penduduk desa Made yang bernama Paimin tengah memasuki hutan dan mendapatkan seonggok kerangka Banteng yang masih lengkap. Kerangka Banteng itu dengan susah payah dibawah pulang dan dibersihkan kemudian ditempatkan di salah satu tempat rumahnya.Dari kejadian itu Paimin mendapat inspirasi untuk mengenang satwa Banteng dengan sebuah atraksi Atraksi itu dimainkan dua orang, 1 orang didepan memainkan kepala dan sekaligus sebagai kaki depan dan 1orang dibelakang sebagai pinggul sekaligus sebagai kaki belakang. Antraksi gerakannya menggambarkan, gerakan – gerakan dan sikap banteng sewaktu sedang berkelahi. Untuk menyemarakkan atraksi itu dilengkapi dengan musik terbang dan jidor. Dalam atraksi ditampilkan banteng sedang berlaga dengan satwa lain seperti harimau, kera dan burung bahkan mulai dikembangkan dengan kesenian pencak silat dan barongsai.

2)    Pakaian Adat Pengantin Mojoputri

Tata rias Pengantin Mojoputri sekar kedaton diangkat dari hasil penelitian sejarah. Busana Pengantin Mojoputri merupakan hasil akulturasi budaya yang berkembang sejak abad 13 hingga kini. Ciri yang mencolok, tata rias ini mengikuti corak dandanan jaman Mojopahit, jaman kebesaran Islam Demak, Mataram dan jaman penjajahan Belanda.

3)    Upacara Adat Temu Manten Mayang Kubro

Upacara adat ini diangkat dari perpaduan antara nilai tradisi Jawa atau Mojopahit dengan nilai Islami. Kata Mayang diambil dari kebesaran nama Raden Wijaya pada saat penobatan menjadi raja Mojopahit menggunakan mahkota dengan nama mayang mekar. Kubro bermakna agung, biasa dikaitkan dengan kegiatan ritual yang bernuansa Islam. Upacara adat Mayang Kubro di Kabupaten Mojokerto ini telah berhasil menjadi penyaji terbaik pada festival upacara adat se Jatim di Surabaya.

4)    Ujung
Kesenian Ujung tumbuh menjadi kesenian rakyat sebagai visualisasi perjuangan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, pada saat mengalahkan bala tentara Tartar. Dalam atraksi kesenian ujung, dua orang petarung atau lebih melakukan aksi saling cambuk satu sama lain menggunakan rotan. Pertarungan dilakukan secara sportif dan dalam suasana bersahabat meski terkadang sampai bercucuran darah. Rotan adalah simbol senjata “Sodo Lanang” yang digunakan Raden Wijaya dalam pertempuran melawan bala tentara Tar-tar.

Pertunjukan seni ujung sendiri biasa digelar saat ada hajatan baik ruwat desa, acara pernikahan maupun khitanan.Selain itu, seni ujung konon juga dipercayai bisa mendatangkan hujan saat kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan hingga sulitnya mendapatkan air bersih lantaran sumber mata air sudah tak berfungsi lagi.

5)    Grebeg Suro Majapahit

Tradisi tahunan yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Suro kalender Saka. Tradisi ini di pelopori oleh Yayasan Among Tani. Rangkaian kegiatannya antara lain : Ziarah ke makam leluhur dan pahlawan, pentas kesenian dan makanan rakyat, grebeg suro (arak-arakan dengan kostum era kejayaan Majapahit dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk.

Tradisi Grebeg Suro secara keseluruhan dimaksudkan sebagai bagian dari ruwat agung  bagi bumi nusantara. Selama proses Ruwatan, warga dilarang kemana-mana  dimana maksud dari ruwatan untuk mendapatkan kesejahteraan desa. Diiringi musik gamelan yang mengiringi kedatangan rombongan pembawa tumpeng dengan pakaian khas yang beriringan , ada beberapa kelompok yang ikut serta dalam barisan panjang. Setiap kelompok memiliki tema sendiri untuk kostum yang mereka kenakan mewakili dari berbagai kalangan baik dari petani, nelayan, pamong desa sertta para pelajar.Tampilan para pengikut acara dimulai dari tampilan gadis berpakaian petani yang menyimbolkan kesuburan dan kemakmuran. Kemudian  ada pula rombongan delapan pemuda yang membawa liong-liong atau naga yang biasa digunakan sebagai tradisi etnis Tionghoa sebagai lambang keagaan yang berpartisipasi.

VII.    SISTEM MASYARAKAT DI DAERAH VIHARA MOJOKERTO

Dalam kegiatan bermasyarakat atau berinteraksi kuhsusnya di daerah vihara budha yang ada di kota Mojokerto Trowulan umumnya sama dengan kegiatan masyarakat lainnya di luar kota tersebut. Agama Budha termasuk agama minoritas yang ada di daerah tersebut kebanyakan ditempati orang-orang islam, namun hebatnya masyakarat disana sangat menghormati dengan adanya vihara budha atau tempat beribadah tersebut. dalam system masyarakat atau kegiatan sosial yang dilakukan oleh pihak Vihara, banyak sekali kegiatan sosial yang diselenggarakan disana dan kegiatan tersebut sangat menguntungkan bagi pihak masyarakat disekitar tersebut, mungkin kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa terima kasih terhadap masyarakat mayoritas dengan menerima Vihara sebagai tempat beribadah orang-orang budha. Contoh dari kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak Vihara yaitu Bakti Sosial yand di dalamnya terdapat pengobatan gratis yang ditujukan khususnya kepada masyarakat di sekitar vihara jadi masyarakat bisa mendapat semua itu dengan gratis dan juga sekaligus dapat mendonorkan darahnya kepada pihak vihara yang akan disalurkan kepada pihak rumah sakit dan sebagainnya terus ada juga kegiatan yang yang lain seperti gotong royong dan lain sebagainya tidak jauh beda dengan daerah yang lain, namun ada pula kegiatan dari luar organisasi masyarakat seperti kegiatan yang dilakukan SMK Sanwis Surabaya, Bali, dan dari Surabaya sunan ampel banyak sekali kegiatan yang melibatkan vihara budha ini. Vihara budha mojokerto memang agama minoritas namun tempat ini sudah dikenal keberbagai penjuru nusantara ini artinya banyak pengunjung yang sudah pernah mengunjungi tempat ini menurut saryono yaitu yang mengurus tempat vihara terbilang 10.000 ribu orang yang sudah tercatat dan bahkan lebih dari itu.  Adapun sejarah dan kebudayan masyarakat mojokerto yaitu dari bermulanya kerajaan mojopahit.

Dengan melihat sinyal pada pasal-pasal dua Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 22/Tap/Kdh/1973 tanggal 12 September 1973, bahwa Ketetapan tentang hari jadi tersebut bersifat sementara, maka pada masa kepemimpinan Bupati Mojokerto H. Mahmoed Zain, SH, M Si sejak awal menjabat, mulai mengadakan pendekatan, mengingat hari jadi Kabupaten Mojokerto yang telah ditetapkan pada Mojokerto yang mempunyai akar sejarah berkaitan erat dengan kebesaran Kerajaan Mojopahit. Maka mulailah dilakukan berbagai upaya untuk menelusuri hari jadi Mojokerto yang lebih berakar kepada perjuangan para pendahulu bangsa ketika pada saat kejayaannya, untuk dijadikan semangat dalam membangun dan mengabdi kepada Negara dan Bangsa saat ini serta dapat memberikan gambaran untuk mampu memberikan loncatan prestasi dimasa mendatang dengan menggali potensi.
Upaya pendekatan tersebut antara lain :

1.    Pada tanggal 20 Agustus 1991 dilaksanakan “Seminar Sehari” dengan thema “Kabupaten Mojokerto Menyongsong Hari Esok.
2.    Pada tanggal 8 September 1992, dilaksanakan simposium Menyongsongg Tujuh Abad Mojopahit, yang dihadiri oleh Bapak Sekjen Depdagri, Gubernur Kepala Daerah tingkat I Jawa Timur, Javanologi Surabaya, Pakar-pakar sejarah baik yang datangnya dari Kabupaten Mojokerto sendiri maupun dari luar daerah.

3.    Disamping itu, berbagai pihak telah memberikan sumbang saran seperti dari kalangan Cerdik Cendikiawan, dari perguruan tinggi dari instansi baik yang datangnya dari Kabupaten Mojokerto sendiri maupun dari luar daerah.

4.    Pembentukan Tim Penulisan Sejarah dengan Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 438 Tahun 1992 tentang Pembentukan Tim Penulisan Sejarah Mojokerto.
Dengan memperhatikan rentetan peristiwa yang terjadi maka dapat ditetapkan 8(delapan) alternatif untuk dipertimbangkan sebagai Hari Jadi Mojokerto yaitu :

1. Pertemuan antara Perdana Menteri Mojopahit, Shi - nan - da - cha - ya dengan shih-pi, Panglima tertinggi pasukan Tar-Tar, dapat dipandang sebagai wujud pengakuan diplomatik atas Negara berdaulat dalam rangka kerjasama Internasional untuk menyerang Doho. Hal ini akan mengacu pada tanggal 1 bulan ke 3 Tarikh Cina atau tanggal 8 April 1293.

2. Pada saat Raden Wijaya mulai mengatur strategi untuk melawan pasukan Tar-tar, saat ia memperoleh ijin dari kota Kediri ke Mojopahit pada tanggal 2 bulan ke 4 Tarikh Cina. Titik waktu ini merupakan titik awal kemenangan diplomatik dan militer dipihak Raden Wijaya, karena mulai saat tersebut secara bertahab ia berhasil mengalahkan pasukan Tar-Tar. Dalam Tarikh Masehi peristiwa tersebut adalah tanggal 9 Mei 1293.

3. Titik waktu tentara Mojopahit memperoleh kemenangan total terhadap pasukan Tar-tar. ini berarti mengacu pada keputusan pimpinan pasukan Tar-tar untuk meninggalkan Pat-shieh, pada tanggal 24 bulan 4 Tarikh Cina atau tanggal 31 Mei 1293. Titik waktu ini ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Surabaya.

4. Titik waktu penobatan Raden Wijaya sebagaimana diceritakan pada Kitab Harsa Wijaya atau Titik waktu penerbitan Prasasti     Gunung Botak

5.  Dari Khasanah Kidung, juga menunjukkan titk waktu peristiwa penting dalam sejarah Mojopahit.

6. Dari khasanah prasasti juga ditemukan titk waktu peristiwa yang erat kaitannya dengan sejarah 
Mopahit. Kidung Harsa Wijaya menyebutkan bahwa Penobatan Raden Wijaya sebagai Raja Terjadi pada tanggal 12 Nopember 1293 (1215 C). Titik waktu ini dikemudian dikenal sebagai Hari Mojopahit. Prasasti Gunung Botak yang diterbitkan pada tanggal 11 September 1294 memberitakan secara panjang lebar riwayat Rajakuta Mojopahit.

7.    Perjanjian Gianti yang tangani pada tanggal 13 Pebruari 1755.

8.    Saat ditanda tangani penyerahan Kabupaten Japan pada tanggal 1 Agustus 1812 oleh Kesultanan Jogyakarta kepada Perintah Inggris di Jawa.
Selanjutnya setelah melalui proses pembahasan didalam sidang-sidang Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mojokerto, mengenai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto telah disepakati bahwa Hari Jadi Kabupaten Mojokerto adalah tanggal 9 Mei 1293 Masehi, dengan Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Nomor : 09 Tahun 1993 tanggal 8 Mei 1993, tentang persetujuan Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Bupati Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Mojokerto saat itu H. Mahmoed Zain, SH mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor : 230 Tahun 1993 tanggal 8 Mei 1993 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto.
Dari uraian-uraian tersebut diatas disimpulkan bahwa :
Dengan tidak diberlakukannya Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto tanggal 12 September 1973 Nomor : 22/TAP/Kdh/1973 tentang Penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto, maka Hari jadi Mojokerto adalah tanggal 09 Mei 1293 Masehi yang selanjutnya ditetapkan sebagai Hari jadi Kabupaten Mojokerto.