Keunikan budaya di Indonesia memang tidak ada habisnya, beragam perbedaan dan sentuhan alam yang langka membuat negeri ini menjadi sorotan ...

Dijuluki Pasar Terunik di Indonesia, Banjarmasin Meriahkan Festival Tahunan

September 02, 2018 vivi lutviana 0 Comments

Keunikan budaya di Indonesia memang tidak ada habisnya, beragam perbedaan dan sentuhan alam yang langka membuat negeri ini menjadi sorotan dunia. Arus global dan era modernisasi tidak akan mudah menyurut atas budaya yang diwariskan sejak ratusan tahun lalu. Tradisi jual beli di pasar tradisionalpun masih sangat erat dengan masyarakat, transaksi antar penjual dan pembeli secara tatap muka dengan proses tawar menawar membuat momen ini dirindukan generasi milenial, iya seperti saya yang sudah diterpa arus modernisasi yang semakin meninggi.



Pasar Terapung,  atau yang seringkali saya dengar dengan sebutan Pasar Apung ini merupakan pasar terunik sehingga terpilih dalam rentetan Calender of Events (CoE) Kementrian Pariwisata setiap tahunnya. Terletak di Provinsi Kalimantan Selatan, tepatnya kota Banjarmasin ini mengusung tema Festival Pasar Terapung 2018. Terpusat di sepanjang tepian Sungai Martapura di jalan Piere Tendean Banjarmasin. Berkunjung dan menyaksikan hiruk pikuk pasar sangat mudah ditemui, karena berada di central kota yang tak jauh dari Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Tidak hanya pesona pasar yang disuguhkan, nyatanya berbagai budaya, tradisi serta kekayaan alam ditampilkan dalam acara Festival Pasar Terapung yang berlangsung pada tanggal 24-26 Agustus 2018. Langkah tepat yang dilakukan Kementrian Pariwisata ini semakin memajukan Pariwisata Indonesia.



Awal mula pasar yang biasa dilakukan di daerah daratan, Pasar Terapung ini berbeda. Perairan sebagai lahan berjualan, jukung atau perahu kayu sebagai tempat para penjual menjajakan dagangannya bagi pembeli. Ibu-ibu dengan ciri khas topi yang dikenakan juga menjual jananan pasar, kerajinan tangan bahkan pakaian selain sayur mayur dan hasil bumi lainnya. Pasar yang sudah beroperasi dari 400 tahun hingga kini telah menjadi ikon wisata yang telah termasyur hingga ke seluruh dunia. Dijadikan sebagai ikon kota Banjarmasin merupakan wujud murni kulturasi masyarakat di Kalimantan Selatan. Kalau kalian dari daerah Jakarta bisa tuh menembus 1 Jam 40 Menit untuk bisa mengitari kota Banjarmasin, kalau aku disini yang kediamannya di Madura harus memiliki beberapa rute terlebuh dahulu nih, dari Madura, Menuju Surabaya dan langsung cus kota Banjarmasin, opsi lainnya bisa jalur darat berupa kereta dan jalau laut berupa kapal.


Tempat ibu-ibu pedagang yang mengapung diatas sungai Muara Kuin dan Pasar Terapung Lok Bintang. Tidak hanya 2 Pasar tersebut yang menjadi tempat mereka mencari nafkah  berada di muara Barito namun ada pasar terbaru yaitu Siring setelah Lok Bintan yang sangat terkenal, letaknyapun di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Tabuk. Konon, sebelum beredarnya mata uang rupiah untuk nilai tukar pembelian barang, sejarah pasar ini sebagai tempat pertukaran hasil kebun dan pertanian antar masyarakat secara barter. Layaknya pasar yang terbagi rejeki masing-masing walaupun berdempatan begini yah, mereka tetap menjalankan rutinitas dan profesi yang digeluti. Moment Agustusan juga terpampang nyata di pasar ini karena disepanjang jukung yang mereka miliki bendera merah putih mempercantik dan menghiasinya. Terpancar kemerdekaan dengan bangga mengakui sebagai Warga Negara Indonesia serta ragam budaya yang masih murni hingga tahun ini. 

Bisa menyaksikan dan melakukan proses jual beli kita harus datang pada pukul 06.30 sampai 08.00 WITA, kalau sudah melewati jam tersebut jangan berharap mendengar keramaian yah kita hanya bisa meliat sungai dengan ketenangan. Festival dengan kemeriahan yang yang dihadirkan tepat pada hari ulang tahun kota Banjar yang sudah berusia 492 tahun. Wah, pastinya dengan umur ratusan kota Banjar telah melewari berbagai macam periode siklus perbedaan di kotanya, tetapi suasana Kerajaan Banjar yang berdiri sekitar 1595 Masehi ini masih melekat dalam asal Muasal Kota Banjar. 

Wisatawan hadir menyaksikan berbagai obyek yang paling banyak diminati yaitu  wisata susur sungai dan dan pasar terapung mencapai 7000 wisatawan, puncak keberhasilan sebagai penggoda kedatangan masyarakat asing baik lokal maupun mancanegara ini, pastinya Banjarmasin telah menyiapkan hal yang menarik dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Berlangsung dalam 3 hari perhelatan sajian dari kota ini menampilkan beragam budaya, artis ibukota pun turut memeriahkan puncak acara ini. Masyarakay tidak hanya berwarna dengan tradisinya namun harus tetap mengikuti perkembangan jaman dengan lantunan musik terkini dan tetap masyarakat dapat menerimanya.

Kemeriahan lainnya yaitu pawai Budaya, Pawai VW Borneo Indonesia-Malaysia- Brunei, parade sepeda antik serta parade becak Hias. Pembukaan yang telah di gelar pada pukul 03.00 WITA di tanggal 26 Agusutus 2018 menghantarkan hal yang unik suasananyapun bertepatan dengan bulan kemerdekaan yaitu Agusuts. Dikendarai oleh bapak-bapak yang senang akan sepeda antiknya dan penampilan sepedanya yang masih bagus, yaiyalahya bagus kan dirawat, walaupun jaman old tentunya harus tetap dilestarikan karena nantinya akan menjadi barang antik yang akan memiliki daya jual yang tinggi dengan sulitnya benda tersebut ditemukan di era puluhan tahun selanjutnya. 

Parada lainnya sebagai ajang mempercantik diri dan mempertontonkan busana yang dikenakan yang merupakan khas Banjarmasin. Kalimantan Selatan Fashion Karnaval juga digelar dalam rentetan acara. Semua kalangan masyarakat rela berada dibawah terik matahari serta peserta fashionpun dengan semangatnya berjalan diatas karpet merah agar menyenangkan hati penonton dengan busana yang mereka kenakan. Busana-busana ini menunjukkan kota Banjarmasin punyaloh, dengan ragam hasil alam, pakaian adat yang terbentuk menjadi busana yang unik dikenakan. 
Menggunakan keunikan seperti bulu hewan, paruh sebagai aksesoris dan penggambaran pakaian yang dikenakan selalu memiliki makna. Penyisipan atraksi disela-sela fashion menambah suara aplausan dan ketakjuban masyarakat Banjar bahkan wisatawan yang hadir hanya untuk melihat pesona yang di tampikan di Festival Sungai Banjar.

Penggambaran mimik muka dan orang yang mengenakan juga telah dipilih oleh penyelenggara festival ini. Mimik muka yang dipasang sangat pas yah, hiasan make up agar busana yang dikenakan kuat dan berkarakter seperti suku dan adatnya orang Banjar. 
Masyarakatpun rela berdandan seperti  ala merah putih sebagai totalitas dalam perayaan ini. 



Ekspresi dari kakek ini menggambarkan semangat kemerdekaan yang tak pantang menyerah loh! Aku sebagai generasi muda Indonesia patutnya meneladani semangat juang mereka yang melestarikan dan menyuarakan kemerdekaan bersama -sama. Potensi dan kekayaan alam yang ada pada bumi pertiwi ini sangat beragam, bisa dibilang dinegara lain adat seperti ini sudah jarang ditemui, wajiblah kita bersama-sama menjaga dan melestarikannya. Wisatawan asing yang merelakan waktunya juga memilih indonesia sebagai destinasi favorit mereka merupakan langkah-langkah menuju peralihan Negara Berkembang menjadi Negara Maju.



Parade acil jukung pasar terapung, lomba hias perahu jukung, festival sinoman hadrah ragam permainan tradisonal. Adapun persembahan tari-tarian tradisional, keseniam daerah Banjar Bakula disajikan sangat lengkap dalam memperlihatkan kekayaan budaya kota Banjarmasin yang telah menyinggahi kota ini 



Salut terhadap KemenPar yang merancang seluruh Festival dengan baik untuk memperbaiki dan menebarkan Pesona Indonesia melalui sektor pariwisata yang sangat potensial bagi perekonomian juga daya saing antar negara terhadap Pesona alam yang ada pada negara mereka.


Terdiri dari berbagai pulau, Banjarmasin juga ditempati hewan unik yaitu monuet . Nama monyet  tersebut adalah Proboscis  dengan ciri berhidung panjang dan dijuluki sebagai Maskot Kalimatan Selatan juga. Keunikan dari monyet Proboscis ini dijadikan sebagai inspirasi dalam serial komik klasik yang berjudul Petualangan Tintin (dirilis tahun 1968) pada bagian episode "Flight 714". 
Kalimantan Selatan juga menghasilkan kekayaan alam yang memiliki nilai tinggi, wah tidak heran kalau semua wisatawan mengincar kota Seribu Sungai ini. Nyatanya batu permata berkilau dengan pancaran sinarnya yang dapat mengalihkan dunia adalah hal terkenal dari kota ini, permata yang digali dari Lapangan Berlian Cempaka, kota Banjarbaru. Perhiasan lainnya seperti kalung, cincin, bros, yang berbahan berlian murni dan batu permata lainnya berada di Martapura dengan jarak sekitar 45 km timur Banjarmasin

"Mengapa harus keluar negri jika tanah kita sendiri lebih indah untuk ditapaki ?"

0 komentar: