Melalui "Public Space" FISIB UTM Mahasiswa Dapat Kompetitif Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Era Digital

Pertumbuhan dan perkembangan arus global kini sudah dirasakan kaum millenial atau yang disebut dengan generasi Y. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Budaya Universitas Trunojoyo Madura sebagai tempat edukasi dan fasilitator mahasiswa untuk menghadapi revolusi industri 4.0 di Era Digital dengan menempatkan Fakultas yang berbasis "Social Entrepreneur Techno Park" .

Generasi milenial wajibnya menjawab tantangan yang diberikan Revolusi Industri 4.0 dan bonus demografi tahun 2030. Era Revolusi Industri keempat yang ditandai dengan digitalisasi. Contohnya, dari sistem belanja daring sampai pembayaran uang elektronik (e-money) serta berbagai macam sistem edukasi yang dapat dipermudah dengan adanya digitalisasi yang kini mulai diterapkan di Fakultas FISIB. Jargon yang sering diperdengarkan yaitu " FISIB MEMANG BEDA" dengan mengusung tema serba oranye daripada fakultas lainnya, Bapak Surokim, S. Sos., M.Si selaku Dekan memberikan wajah baru untuk mahasiswa agar merasakan dan dapat memunculkan ide-ide kreatif dengan pembangunan Wifi Corner dan Lab Multimedia.



Mahasiwa sebagai generasi yang membawa perubahan terhadap siklus industri informasi juga literasi data dengan memanfaatkan teknologi dan mengikuti arus digital. Tidak hanya mendapatkan data dan informasi namun harus memiliki kemampuan mengolah dan menyerap informasi. Tantangan generasi milenial juga terkait literasi teknologi, sehingga kaum milenial bisa mengembangkan dan memanfaatkan dengan baik teknologi yang digunakan.


"Pembangunan yang terus dipercepat sesuai dengan konsep yang diinginkan agar dapat mahasiswa rasakan dan dapat berinteraksi aktif dan berkegiatan dengan fasilitas yang diberikan oleh kampus," tutur Bapak Dekan yang dikenal murah senyum oleh mahasiswa. Menghadirkan 60 unit PC serta meja dan kursi serta perlengkapan lainnya untuk mendukung kemaksimalan "Multimedia Center" sebagai sarana kelas inspiratif dengan pendukung tekhnolgi penuh.


Kegiatan pembelajaran akan mulai mengasikkan dan tidak monoton seperti yang dirasakan mahasiswa. Dengan penyedian multimedia dapat membangkitkan semangat mahasiswa untuk terus berkarya, saling tukar pikiran, dan menghadiri seminar-seminar yang mulai diadakan dengan taraf nasional dan inovasi baru untuk kemajuan individu dan Fakultas kedepannya. 


Literasi dan bahan ajar serta kebutuhan mahasiswa dalam mengunduh berbagai macam file akan tersedia secara online dan lebih mudah untuk di download dengan adanya ruang multimedia dan wifi corner. Terpasangnya wifi yang bisa digunakan mahasiswa selama 24 jam serta ruangan yang kondusif membuat mahasiswa nyaman berada di kampus dan melakukan aktifitas kelompok dan individu yang harmonis. 

Lantai 1 sebagai Wifi Corner sedangkan lantai 2 sebagai Multimedia Center yang sebelumnya hanya menjadi ruang kuliah bersama serta tempat duduk mahasiswa akan beralih menjadi ruang yang lebih produktif dengan kenyamanan dan keamanan yang terjamin. Cat dan warna yang mulai diperbaharui yang sebelumnya berwarna putih pucat dapat memberikan sentuhan terang merona dengan warna oranye cerah.


Penempatan Wifi Corner yang berada dibawah anak tangga penghubung kelantai dua dikonsep duduk lesehan dengan kenyamanan lantai, meja serta stop kontak yang terjejer sesuai dengan jumlah meja, penempatan rak sepatu dan tas juga menjadi pelengkap dalam kenyaman mahasiswa berada di ruangan ini. 


Motivasi Bapak Surochim untuk memberikan fasilitas kepada mahasiswa sepenuhnya untuk memberikan wadah terhadap berbagai passion yang dimiliki mahasiswa. Merealisasikan Wifi Corner dan Multimedia Center ini merupakan cita-cita yang kini dapat diwujudkan untuk menjadi pembedaan serta perubahan terhadap kepemimpinan pemimpin sebelumnya. 


Mahasiwa pun sangat antusias dengan berbagai macam perubahan serta perkembangan yang dapat mewujudkan dan mendukung penuh skill serta informasi terbaru melalui Wifi Corner dan Multimedia Center agar julukan mahasiswa "kupu-kupu" segera beralih menjadi "mahasiswa kreatif produktif" yang berbasis "Social Entrepreneur Techno Park" .